Kamis, 03 September 2009

Virus

Virus merupakan partikel non seluler yang dapat memperbanyak diri di sel inang. Virus memeiliki senyawa nukleotida dan kapsid. Virus memiliki ukuran lebih kecil dari bakteri.Tugas untuk kls X sma xaverius jambi pelajari virus dan jelaskan virus flu burung dan flu babi. poskan ke komentar

43 komentar:

  1. bu hastuti ini Fransisca kelas XD xav.1 mau tanya ketika kami membuka blog ibu saya tidak melihat tugas tentang yang ibu beri tentang virus.jadi tugas untuk kelas kami tentang virus itu cari tentang apa yang akan dikirim ke blog ibu ?

    BalasHapus
  2. bu jadi yang tugas biologi tentang virus kami tentang apa?fransisca XD xav.1

    BalasHapus
  3. bu,setelah kami baca tadi benar benar tugasnya tentang virus burung dan virus babi ya bu

    BalasHapus
  4. bu,setelah kami baca tadi benar benar tugasnya tentang virus burung dan virus babi ya bu.Fransisca XD xav.1

    BalasHapus
  5. bu,jadi tugasnya ttg virus flu burung dan flu babi ya bu? jadi hasilnya nanti diketik dan disteker ya bu? kumpulnya kapan bu? tolong dijelaskan caranya di blog,makasih bu.

    BalasHapus
  6. XC
    Anggota kelompok:
    1.Albert Irawan
    2.Cecilia Tjia
    3.Indah Friska
    4.Jonly Gunawan
    5.Sofian Efendi
    6.Suma Pratiwi

    Virus Flu Burung
    Virus flu burung adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini,maka dinamakan flu burung atau "avian influenza". Virus ini beredar di antara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah terjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka,terutama pada unggas jinak misalnya ayam. Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin(H) dan Neuramidase(N). Ada 9 varian H dan 4 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan,minuman,dan sentuhan. Namun demikian,virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi,oleh karena itu daging,telur,dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Peternakan juga harus jauh dari perumahan. Obat untuk penyakit ini adalah Tamiflu yang mengandung oseltamivir. Gejala-gejala flu burung adalah demam tinggi(>38 derajatC),batuk,kesulitan bernafas,dan memiliki latar belakang kemungkinan terkena. Salah satu pencegahannya dengan vaksinasi.

    Virus Flu Babi
    Flu babi adalah kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A[1]. Flu babi disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1[4],H1N2[4],H3N1[5],H3N2[4],dan H2N3[6]. Tanda dan gejalanya adalah demam,batuk,sakit pada kerongkongan,sakit pada tubuh,kepala,panas dingin,dan lemah lesu. Penularannya semudah flu musiman biasa yang dapat ditularkan lewat paparan percikan ludah(droplet) seorang yang terinfeksi melalui batuk/bersin yang terhirup/yang mencemari tangan/permukaan benda. Pencegahan dilakukan dengan cuci tangan memakai sabun dan air bersih,jangan meludah di sembarang tempat,ketika batuk dan bersin mulut ditutup dengan tisu.

    BalasHapus
  7. bu terakhir tgs virus hri sabtu in ya bu ??????

    BalasHapus
  8. Tugas biologi

    Tentang virus flu babi dan flu burung

    Nama kelompok: Fransisca,Laurance winnam,sesilia,angelia(kelas:XD)

    Flu babi adalah virus pada hewan babi yang tidak sama dengan virus yang ada pada manusia.Dapat terjadi virus flu babi karena gabungan dari beberapa virus antara lain adalah flu babi + avian flu + flu manusia.
    Hal ini dapat terjadi karena pada dasarnya genetic flu burung sering berubah ubah akibatnya respone imunne tidak dapat mengenal sepenuhnya pada waktu infeksi berulang.Penularan pada flu babi dapat dilihat melalui : human to human infection,penularan melalui udara,penularan melalui kontak tangan tanpa selaput lendir.Gejala flu babi yang sering terjadi adalah demam lebih dari 37,7 c,rasa capek,batuk,kuramgnya nafsu makan,diare,mual,pilek,sakit tenggorokan.Obat flu babi adalah tamilflu(osetamivir) 75 mg capsule,relenza(zanamivir).Cara mencegah flu babi adalah mencuci tangan dengan sabun dan air,kondisi yang mengharuskan kita mencuci tangan adalah sebelum mulai bekerja.sesudah dari toilet,apapun yang sudah dikotori oleh pekerjaan,sebelum memegang sarung tangan,handuk dan lain lain.

    Flu burung adalah bagian dari jenis influenza tipe a.Virus ini disebarkan oleh unggas liar,karena itulah isebut flu avian atau flu burung.virus ini hampir menyebar pada hewan unggas diseluruh dunia.Penyebran flu burung dapat terjadi karena flu burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur,cairan saluran pernapasan,dan kotorannya
    Obat untuk pencegahannya adalah tamiflu yang mengandung oseltamivir adalah suatu cara pengobatan antiviral,yang dapat terbukti dapat menekan kemampuan virus untuk menyebar dari sel yang terinfeksi ke sel yang sehat.Tujuan dari vaksinasi influenza adalah untuk mengurangi kesempatan terjadinya infeksi yang bersamaan antara influenza manusia dan flu burung.

    BalasHapus
  9. Tugas Biologi

    kelas XB
    Anggota kelompok:
    1.Hadi Cahyadi
    2.Jesica
    3.Lia Sparingga
    4.Novrica Putri
    5.Valentine Setya Darma
    6.Yohanes

    Flu Burung

    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini
    kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke
    spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.
    Burung liar dan unggas domestikasi (ternak)
    dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia
    Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi
    pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.
    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan
    sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin.
    Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
    Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam
    rumah atau ruangan tempat tinggal di Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.
    Tidak selamanya jika tertular virus akan
    menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini
    dapat membahayakan di kemudian hari karena
    virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya!

    Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam
    tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan erhatian medis.

    Penanganan medis maupun pemberian obat
    dilakukan oleh petugas medis yang berwenang.
    Obat-obatan yang biasa diberikan adalah
    penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir.

    Virus Flu Babi

    Flu babi (Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.
    Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.
    Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

    BalasHapus
  10. Nama Kelompok:
    Debbe Sunovia
    Desy
    Nadya Agatha Josse
    Rebecca Hennita

    Kelas XC

    Virus flu burung
    Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus ini termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza A memiliki subtipe yang terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase(N). Virus flu burung yg sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yg memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Virus ini dapat mati dalam suhu yang tinggi.Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga. Virus ini dapat bertahan pada suhu dingin. Bahan makanan yg didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. oleh karena itu cuci tangan sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan yang didinginkan.
    Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.
    Gejala umum dari virus ini adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan mungkin perut.
    Obat - obatan yang dapat diberikan adalah obat yang dapat menghambat replikasi dari neuramidase, yaitu tamiflu dan zanamivir.

    Virus flu babi
    Flu babi adalah kasus - kasus influenza yg disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yg endemik dengan populasi babi. Galur virus flu babi yg telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenzavirus C atau suptipe genus Influenzavirus A.
    Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3.
    Gejala yang timbul dari virus ini adalah demam, disorientasi, kekakuan pada sendi,muntah - muntah, dan kehilangan kesadaran yg berakhir pada kematian.
    Cara menghindari virus ini adalah dengan:
    1.Cuci tangan anda sesering mungkin.
    2.Hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut
    3.Hindari kontak terlalu dekat
    4.Tinggallah di rumah jika sedang sakit.
    5.Gunakan sapu tangan atau tisu ketika anda sedang batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus.
    6.Terapkan gaya hidup sehat.
    7.kuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan lokal.
    Virus ini tidak ditularkan melalui makanan. Memasak makanan sampai suhu 160 derajat F dapat mematikan virus.
    Obat yang dapat diberikan adalah obat Zanamivir dan Oseltamivir.

    BalasHapus
  11. Ibu
    Nama kelompok yg diatas post ini, yang pertama itu Debbie Sunovia bukan Debbe

    BalasHapus
  12. Nama Anggota Kelompok :
    Aron Fagan
    Chyntia Caroline
    Julius Romario
    Michelle Louise H
    Sunny Tahir
    Vania Kartika Sari

    Flu Babi
    Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal.

    Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.

    H1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin. Namun versi paling baru H1N1 ini berbeda: virus ini memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi.

    Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber.

    Pemerintah Amerika mengatakan dua obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, Tamiflu dan Relenza, tampaknya efektif dalam mengatasi kasus-kasus yang terjadi sejauh ini. Belum jelas keefektifan vaksin flu yang kini ada dalam melindungi manusia dari virus baru ini, karena secara genetik berbeda dengan jenis flu lain.

    Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan.


    Flu Burung
    Jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini berbeda dengan jenis flu babi yang kini mewabah. Bentuk baru flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1.

    Para pakar khawatir H5N1 berpotensi menyebabkan pendemi karena kemampuannya bermutasi secara cepat. Akan tetapi hingga sekarang penyakit itu masih merupakan penyakit unggas.

    Mereka yang terjangkit adalah mereka yang berhubungan dengan unggas dan kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang – tidak ada tanda-tanda bahwa H5N1 sudah bisa menular dari manusia ke manusia dengan mudah.

    BalasHapus
  13. Nama anggota kelompok :
    * Cycilia Febrianty
    * Erlin
    * Michelle The
    * Venny Veronica

    Kelas : 10A

    Flu Burung
    Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah suatu
    penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh
    unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1
    pada unggas di konfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang,
    Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus
    diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.
    Di Indonesia pada bulan Januari 2004 di laporkan adanya kasus kematian
    ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah,
    Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh
    karena virus new castle, namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian
    disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati
    akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu
    3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi
    Jawa Barat (1.541.427 ekor). Pada bulan Juli 2005, penyakit flu burung telah
    merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten, Hal ini didasarkan pada
    hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes
    Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong..
    Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat mewaspadai adanya penyakit
    flu burung, namun tidak perlu sampai timbul kepanikan.

    Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk
    famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift,
    Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Virus influenza tipe A terdiri
    dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N), kedua huruf ini digunakan sebagai
    identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Pada manusia hanya
    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI 2
    terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada
    binatang H1-H5 dan N1-N9.
    Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari
    subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu
    220 C dan lebih dari 30 hari pada 00 C. Virus akan mati pada pemanasan 600 C
    selama 30 menit atau 560 C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan
    misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodine.

    Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.
    a. Gejala pada unggas.
    - Jengger berwarna biru
    - Borok dikaki
    - Kematian mendadak
    b. Gejala pada manusia.
    - Demam (suhu badan diatas 38o C)
    - Batuk dan nyeri tenggorokan
    - Radang saluran pernapasan atas
    - Pneumonia
    - Infeksi mata
    - Nyeri otot
    3. Masa Inkubasi
    - Pada Unggas : 1 minggu
    - Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari
    sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari .
    4. Penularan
    Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas ke manusia,
    Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal
    dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari
    unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang
    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes RI 3
    mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi
    flu burung.
    Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung
    dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan.

    BalasHapus
  14. LANJUTAN
    Nama anggota kelompok :
    * Cycilia Febrianty
    * Erlin
    * Michelle The
    * Venny Veronica

    Kelas : 10A

    Flu Babi
    Flu babi (swine flu) merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini sebenarnya jamak menyerang ternak babi, namun kini telah mengalami perubahan yang drastis dan mampu untuk menginfeksi manusia. Gejala yang timbul pada manusia pun mirip dengan apa yang terjadi pada babi.
    Flu babi pertama kali diisolasi dari seekor babi yang terinfeksi pada tahun 1930 di Amerika Serikat. Pada perkembangannya, penyakit ini dapat berpindah ke manusia terutama menyerang mereka yang kontak dekat dengan babi. Lama tidak terdengar lagi kabarnya ternyata virus ini mengalami serangkaian mutasi sehingga muncul varian baru yang pertama kali menyerang manusia di Meksiko pada awal tahun 2009. Varian baru ini dikenal dengan nama virus H1N1 yang merupakan singkatan dari dua antigen utama virus yaitu hemagglutinin tipe 1 dan neuraminidase tipe 1.
    Gejala utama flu babi mirip dengan gejala influenza pada umumnya seperti : demam, batuk, pilek, letih dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah dan diare. Penyakit ini dapat jatuh ke arah yang lebih buruk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas dan memerlukan alat bantu nafas (ventilator). Bila ada bakteri yang ikut ikutan menginfeksi paru paru maka pasien dapat mengalami radang paru paru atau pneumonia. Beberapa diantaranya dapat mengalami gejala kejang kejang. Kematian umumnya terjadi karena adanya infeksi sekunder bakteri pada paru paru sehingga diperlukan antibiotika yang pas untuk mengatasi infeksi tersebut.
    Orang yang menderita flu babi A (H1N1) menurut para ahli akan tetap menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan penyakitnya sampai gejala flu benar benar hilang. Anak anak khususnya balita memiliki potensi waktu penularan yang lebih panjang.
    Periode penularan penyakit flu babi masih terggantung lagi pada jenis atau strain dari virus H1N1. Jika pasien di rawat di rumah maka dianjurkan untuk tidak keluar rumah dahulu sampai penyakit yang diderita benar benar sembuh kecuali yang bersangkutan segera ke dokter atau ke rumah sakit.
    Meskipun telah lama ditemukan vaksin untuk mencegah penularan virus influenza, namun vaksin untuk virus flu babi (H1N1) sampai saat ini belum ada. Saat ini beberapa laboratorium pemerintah yang dibiayai oleh WHO sedang mengembangkan penelitian untuk menemukan vaksin virus flu babi.
    Dua obat anti virus yang dipercaya mampu mencegah bertambah parahnya flu babi adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.

    BalasHapus
  15. Nama Anggota Kelompok :
    * filita
    * Januruliana
    * Katrine Yang
    * Rena Juliana
    * Shelvin
    * Shelvy

    Kelas XF

    Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A
    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

    Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

    BalasHapus
  16. nama : Ivana Melati
    kelas: XA
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.
    Cara penularan
    Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.
    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan..virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
    Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.
    Flu babi adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A

    Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
    .Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1,H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3. Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.
    Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. kelompok:
    1.Sunaryo Oentara
    2.Rico Alexander
    3.Maicheal
    4.Ricky Guna Kusuma
    5.Yogi Prawiradirja
    Kelas: X D

    Wabah pada babi

    - Wabah pada babi biasanya terjadi pada bulan musim dingin (akhir musim gugur dan musim salju atau kadang-kadang bila terdapat penggabungan babi baru ke kelompok yang rentan.

    - Penelitian membuktikan bahwa flu babi merupakan hal yang biasa pada populasi babi seluruh dunia dengan di temukan anti bodi 25% dari hewan tersebut yang menunjukkan bukti infeksi

    Pengertian flu babi

    Swine flu atau flu babi atau flu A H1N1 adalah penyakit respirasi pada babi yang di sebabkan oleh virus influenza A, virus flu babi ini biasanya tidak menyerang manusia. Saat ini ssudah terjadi infeksi flu babi pada manusia yang dilaporkan dapat menular pada manusia.

    Virus penyebab

    Disebabkan virus dari kelompok MYXOVIRUS yang terdiri dari orthomyxovirus dan para myxovirus

    Influenza virus adalah orthomyxovirus

    - Orthomyxo virus tipe subtype : H1N1, H1N2, H3N2, H2N2

    - Pada babi yang sering H1N1, H1N2, H3N2,

    - H3N2, di isolasi dari babi agustus 1998

    - Strain virus yang ditemukan saat ini perpaduan dari 4 strain virus influenza A subtype H1N1 yaitu swinw flu amerika utara, avian amerika utara influenza manusia dan swine flu asia dan eropa

    Virus Flu Burung
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

    Awal wabah pada peternakan di dunia yang telah dikonfirmasi sejak Desember 2003.

    Wabah flu burung juga melanda benua Afrika. Pada 8 Februari 2006, OIE mengumumkan Nigeria sebagai negara pertama yang memiliki kasus positif flu burung di benua itu. Dua pekan kemudian, virus H5N1 ditemukan di sebuah desa kecil di Niger, sekitar 72 km dari perbatasannya dengan Nigeria. Virus ini juga menyebar ke Mesir dan Kamerun.

    BalasHapus
  19. Kelas XC

    Kelompok :
    Colleen Tania
    Dani Hartopo
    Ira Natasya
    Shirley Halim
    Shyntia Caroline

    Virus flu burung
    Virus flu burung adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini,maka dinamakan flu burung atau "avian influenza". Virus ini beredar di antara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah terjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka,terutama pada unggas jinak misalnya ayam. Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin(H) dan Neuramidase(N). Ada 9 varian H dan 4 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan,minuman,dan sentuhan. Namun demikian,virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi,oleh karena itu daging,telur,dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Peternakan juga harus jauh dari perumahan. Obat untuk penyakit ini adalah Tamiflu yang mengandung oseltamivir. Gejala-gejala flu burung adalah demam tinggi(>38 derajatC),batuk,kesulitan bernafas,dan memiliki latar belakang kemungkinan terkena. Salah satu pencegahannya dengan vaksinasi.

    Virus Flu Babi(H1N1)
    Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A
    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.Orang yang menderita flu babi A (H1N1) menurut para ahli akan tetap menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan penyakitnya sampai gejala flu benar benar hilang. Anak anak khususnya balita memiliki potensi waktu penularan yang lebih panjang.Dua obat anti virus yang dipercaya mampu mencegah bertambah parahnya flu babi adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.

    BalasHapus
  20. Nama Anggota Kelompok :
    1. Adi chandra
    2. Ari Yanto
    3. Frenky
    4. Handoko
    5. Kevin D.P.

    Kelas XC

    Virus Flu Burung
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.
    Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.
    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
    Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.
    Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya! Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
    Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.


    Virus Flu Babi
    Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.
    Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.
    Gejala influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

    BalasHapus
  21. nama kelompok:
    vellen Varlensia
    tiffany valencia W.
    sinta melinda
    julia sonatha
    diana edward
    dian elizabeth

    FLU BABI

    Flu Babi atau Swine Flu/Influenza adalah penyakit saluran pernafasan pada babi, yang disebabkan virus influenza jenis A. Virus flu ini menyebabkan kesakitan yang berat pada babi tetapi angka kematiannya rendah. Virus ini (type A H1N1 virus) pertama kali di isolasi dari babi pada tahun 1930.

    Seperti semua virus influenza, virus flu babi berubah secara konstan. Babi bisa terinfeksi virus avian influenza (virus flu burung) dan virus flu manusia. Jika berbagai virus ini menyerang babi, maka virus ini akan mampu membentuk spesien2 virus baru, yang merupakan gabungan virus avian, manusia dan swine. Sampai saat ini sudah berhasil diisolasi sebanyak 4 sub-type A: H1N1, H1N2, H3N2, and H3N1. H1N1 merupakan virus jebis baru yang baru saja ditemukan pada babi.
    Gejala utama flu babi mirip dengan gejala influenza pada umumnya seperti : demam, batuk, pilek, letih dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah dan diare.
    Penyakit ini dapat jatuh ke arah yang lebih buruk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas dan memerlukan alat bantu nafas (ventilator). Bila ada bakteri yang ikut ikutan menginfeksi paru paru maka pasien dapat mengalami radang paru paru atau pneumonia. Beberapa diantaranya dapat mengalami gejala kejang kejang. Kematian umumnya terjadi karena adanya infeksi sekunder bakteri pada paru paru sehingga diperlukan antibiotika ya Dua obat anti virus yang dipercaya mampu mencegah bertambah parahnya flu babi adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.


    Flu burung
    Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.
    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
    Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
    Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

    BalasHapus
  22. Nama Kelompok:
    1.Kevin Kurniawan
    2.Kunarto Agnesia
    3.Martin Oenang
    4.Prasetio Wilfandi

    Kelas XC

    A.FLU BURUNG
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.
    1.PENYEBAB
    Seseorang dinyatakan mengidap flu burung setelah pemeriksaan laboratorium menunjukkan positif untuk virus influenza A (H5) seperti tes antibodi spesifik pada 1 spesimen serum. Hasil biakan virus positif Influenza A (H5N1) atau hasil dengan pemeriksaan PCR positif untuk influenza H5. Peningkatan titer antibodi spesifik H5 sebesar > 4 x > Hasil dengan IFA positif untuk antigen H5.

    2.GEJALA
    * Demam sekitar 39 C
    * Batuk
    * Lemas
    * Sakit tenggorokan
    * Sakit kepala
    * Tidak nafsu makan
    * Muntah
    * Nyeri perut
    * Nyeri sendi
    * Diare
    * Infeksi selaput mata (conjunctivitis)
    * Dalam keadaan memburuk, terjadi sesak napas hebat,kadar oksigen rendah sementara kadar karbondioksida meningkat.Ini terjadi karena
    infeksi flu menyebar ke paru-paru dan menimbulkan radang paru-paru(pneumonia).

    Pengalaman tahun 1997 di Hongkong juga menunjukkan gejala: demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, muntah, dan keluhan pusing.

    Namun, data dari Vietnam di tahun 2004 menunjukkan gejala berbeda. Pasien tidak mengeluh sakit tenggorokan atau pilek dan keluhan radang selaput mata. Separuh pasien malah menderita diare dengan tinja yang cair.

    3.PENULARAN
    Penularan dari unggas ke manusia terjadi lewat kontak air liur dan kotoran unggas. Kontak itu terjadi lewat sentuhan langsung atau juga melalui kendaraan yang mengangkut hewan-hewan itu. Juga termasuk kandang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaian, sepatu para peternak.

    Unggas yang sudah dimasak tidak akan menularkan flu burung ke manusia sebab virus itu akan mati dengan pemanasan 80C lebih dari satu menit. Selama ini kita selalu menggoreng ayam dengan suhu di atas 80C dan lebih dari satu menit. Jadi pasti aman.

    4.PEMERIKSAAN LABORATORIUM
    Pada dasarnya dilakukan untuk menilai keadaan kesehatan pasien dan juga untuk mendeteksi bakteri/virus apa yang menyerang pasien tersebut. Pemeriksaan untuk menilai keadaan kesehatan antara lain dengan menilai kadar leukosit, fungsi hati, fungsi ginjal, dan yang penting juga analisis gas darah arteri.

    Pada pemeriksaan ini, antara lain, akan dapat diketahui berapa kadar oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) di darah pasien. Kalau oksigennya rendah, nilai normalnya berkisar 85-95 mmHg, dan atau karbondioksidanya tinggi, nilai normalnya 35-45 mmHg, maka dapat terjadi keadaan gawat napas. Dari data yang ada, sebagian besar pasien flu burung meninggal karena gawat napas akut ini.

    Upaya menemukan virus flu burung dapat dilakukan dengan pemeriksaan serologi untuk menilai respons antigen antibodi dan atau mengisolasi virusnya sendiri. Pada kasus flu burung juga dapat dijumpai peningkatan titer netralisasi antibodi dan dapat pula dilakukan analisis antigenik dan genetik, antara lain untuk mengetahui apakah sudah ada mutasi dari virus tersebut.

    Kedua pasien di Hongkong (tahun 1999) menjalani pemeriksaan ELISA (enzyme liknk immuno sorbent assay), cairan saluran hidung tenggorok. Ternyata positif influenza A. Pada kedua kasus ini juga dilakukan kultur pada cairan saluran hidung tenggorok yang menunjukkan positif influenza A (H9N2).

    Pada kasus yang terjadi di Hongkong (tahun 1997), diagnosis infeksi virus H5N1 dipastikan dengan ditemukannya virus. Lokasi diisolasinya virus ini ada pada usap tenggorok, cairan yang diisap dari trakea, aspirat saluran hidung tenggorok, dan ada pula virus yang ditemukan dari cairan bronko alveolar yang didapat dengan pemeriksaan bronkoskopi (memasukkan alat ini ke paru pasien).

    BalasHapus
  23. Nama kelompok:
    1.Kevin Kurniawan
    2.Kunarto Agnesia
    3.Martin Oenang
    4.Prasetio Wilfandi

    XC

    Lanjutan Flu Burung

    5.PENGOBATAN
    Obat yang diberikan dapat bersifat simtomatik, sesuai dengan gejala yang ada. Bila batuk, pasien dapat diberi obat batuk; kalau sesak dapat diberi obat jenid bronkodilator untuk melebarkan saluran napas yang menyempit. Selain itu, dapat pula diberikan obat antivirus seperti amantadine dan oseltamivir. Kalau keadaan pasien terus memburuk, bukan tidak mungkin perlu dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasannya.

    Semua penderita yang telah memenuhi kriteria Flu Burung perawatan dilakukan paling sedikit 1 minggu di ruang isolasi. Penderita dirawat di ruang isolasi selama 7 hari (masa penularan) karena ditakutkan adanya transmisi melalui udara. Selama masa perawatan, penderita diterapkan oksigenisasi, hidrasi, terapi simptomatis untuk gejala flu, foto toraks ulang. Pada kasus respiratory distressakan dilakukan pengobatan sesuai prosedur RDS. Penderita dimasukkan ke ruang perawatan intensif (ICU).

    6.PENCEGAHAN
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, secara umum prinsip-prinsip kerja yang higienis, seperti:

    * Mencuci tangan dan menggunakan alat
    pelindung diri -merupakan upaya yang harus
    dilakukan oleh mereka yang kontak dengan
    binatang, baik dalam keadaan mati, apalagi
    ketika hidup.
    * Karena telur juga dapat tertular, maka
    penanganan kulit telur dan telur mentah
    perlu dapat perhatian pula.
    * Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70
    C atau 80 C selama sedikitnya satu
    menit. Kalau kita menggoreng atau merebus
    ayam di dapur, tentu lebih dari itu suhu
    dan lamanya memasak. Artinya, sejauh ini
    bukti ilmiah yang ada mengatakan bahwa
    aman mengonsumsi ayam dan unggas lainnya
    asal telah dimasak dengan baik.
    * Pola hidup sehat. Secara umum pencegahan
    flu adalah menjaga daya tahan tubuh
    dengan makan seimbang dan bergizi,
    istirahat dan olahraga teratur. Jangan
    lupa sering mencuci tangan.

    Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat,
    banyak minum dan makan makanan bergizi.

    Khusus untuk pekerja peternakan dan pemotongan hewan ada beberapa anjuran WHO yang dapat dilakukan:

    * Semua orang yang kontak dengan binatang
    yang telah terinfeksi harus sering-sering
    mencuci tangan dengan sabun. Mereka yang
    langsung memegang dan membawa
    binatang yang sakit sebaiknya menggunakan
    desinfektan untuk membersihkan
    tangannya.
    * Mereka yang memegang, membunuh, dan
    membawa atau memindahkan unggas yang
    sakit dan atau mati karena flu burung
    seyogianya melengkapi diri dengan baju
    pelindung, sarung tangan karet, masker,
    dan juga sepatu bot.
    * Ruangan kandang perlu selalu dibersihkan
    dengan prosedur yang baku dan
    memerhatikan faktor keamanan petugas.
    * Pekerja peternakan, pemotongan, dan
    keluarganya perlu diberi tahu untuk
    melaporkan ke petugas kesehatan bila
    mengidap gejala-gejala pernapasan, infeksi
    mata, dan gejala flu lainnya.
    * Dianjurkan juga agar petugas yang
    dicurigai punya potensi tertular ada dalam
    pengawasan petugas kesehatan secara ketat.

    B.FLU BABI
    Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A

    Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 H1N2,H3N1 H3N2,and H2N3

    BalasHapus
  24. Nama kelompok:
    1.Prasetio Wilfandi
    2.Martin Oenang
    3.Kunarto Agnesia
    4.Kevin Kurniawan
    XC
    Lanjutan Flu Babi
    1.Gejala flu babi
    Gejala utama flu babi mirip dengan gejala influenza pada umumnya seperti : demam, batuk, pilek, letih dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah dan diare.Penyakit ini dapat jatuh ke arah yang lebih buruk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas dan memerlukan alat bantu nafas (ventilator). Bila ada bakteri yang ikut ikutan menginfeksi paru paru maka pasien dapat mengalami radang paru paru atau pneumonia. Beberapa diantaranya dapat mengalami gejala kejang kejang. Kematian umumnya terjadi karena adanya infeksi sekunder bakteri pada paru paru sehingga diperlukan antibiotika yang pas untuk mengatasi infeksi tersebut.
    2.Cara mendiagnosa flu babi
    Diagnosa flu babi ditegakan berdasarkan gejala klinis pasien dan riwayat kontak dengan mereka meraka yang memiliki gejala seperti diatas. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lendir atau dahak yang berasal dari tenggorokan pasien. Pemeriksaan ini gunanya untuk membedakan apakah virus yang menginfeksi penderita tersebut termasuk virus tipe A atau B. Bila ternyata hasilnya adalah virus tipe B maka dapat dipastikan bahwa pasien tersebut bukan terinfeksi flu babi. Namun bila ternyata hasilnya adalah virus tipe A maka ada kemungkinan penderita tersebut menderita flu babi atau terinfeksi virus H1N1. Sampel ini selanjutnya dikirim ke laboratorium yang lebih lengkap untuk memastikan adanya antigen virus flu babi sehingga diagnosa flu babi dapat ditegakan dengan pasti.
    3.Lama masa penularan virus flu babi
    Orang yang menderita flu babi A (H1N1) menurut para ahli akan tetap menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan penyakitnya sampai gejala flu benar benar hilang. Anak anak khususnya balita memiliki potensi waktu penularan yang lebih panjang.
    Periode penularan penyakit flu babi masih terggantung lagi pada jenis atau strain dari virus H1N1. Jika pasien di rawat di rumah maka dianjurkan untuk tidak keluar rumah dahulu sampai penyakit yang diderita benar benar sembuh kecuali yang bersangkutan segera ke dokter atau ke rumah sakit.
    4.Cara mengobati flu babi
    Meskipun telah lama ditemukan vaksin untuk mencegah penularan virus influenza, namun vaksin untuk virus flu babi (H1N1) sampai saat ini belum ada. Saat ini beberapa laboratorium pemerintah yang dibiayai oleh WHO sedang mengembangkan penelitian untuk menemukan vaksin virus flu babi.
    Dua obat anti virus yang dipercaya mampu mencegah bertambah parahnya flu babi adalah zanamivir (Relenza) dan oseltamivir (Tamiflu). Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan karena ditakutkan akan terjadi resistensi virus terhadap kedua obat tersebut. Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk gejala flu yang telah muncul lebih dari 48 jam. Pada keadaan yang berat, pasien mungkin membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut di rumah sakit.
    5.Cara mencegah penularan flu babi
    Cara ntuk mencegah penularan virus ini adalah dengan meminimalisir kontak dengan virus seperti mencuci tangan sesering mungkin,serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang menderita flu.
    Pencegahan penularan juga bisa dilakukan oleh mereka yang telah terinfeksi dengan cara menghindari keramaian dan selalu tinggal di rumah. Jangan bekerja dan bersekolah dahulu sampai keadaan membaik. Hindari bersin, batuk dan berbicara terlalu dekat dengan orang lain.

    BalasHapus
  25. David Andiwijaya
    XA

    Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

    Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

    Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).

    Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.

    Sumber penularan

    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.

    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

    BalasHapus
  26. David XA

    Lanjutan flu burung
    Cara penularan

    Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.

    Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.

    Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya!

    Gejala dan perawatan

    Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

    Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

    BalasHapus
  27. David XA

    Lanjutan flu burung

    Apa yang dapat kami perbuat untuk pencegahan flu burung di lingkungan rumah?

    * Menjaga kebersihan lingkungan (khususnya kadang unggas dan burung).
    * Menjaga kebersihan diri (cuci tangan dengan sabun)
    * Menjauhkan kandang unggas dan burung (ayam, itik dan burung) dari rumah/tempat tinggal.
    * Gunakan penutup hidung dan sarung tangan bila akan mengolah tanaman dengan pupuk kandang.
    * Jangan membuang kotoran (jeroan, bulu ayam, dll.) sembarangan, bungkuslah dengan plastik dan buang di tempat sampah.
    * Bersihkan makanan ternak/burung yang terccer di tanah/lantai, agar tidak mengundang burung liar datang.

    Bagaimana kami menjaga diri sendiri dari penularan flu-burung?

    * Rajin cuci tangan dengan sapun atau cairan antiseptiksetelah menangani unggas/burung.
    * Bersihlah permukaan dengan detergen, cairan alkohol (70%) atau pemutih/khlorin (0.5%).
    * Gunaknlah penutup mulut dan hidung, sarung tangan, dan sepatu boot apabila memasuki daerah yang telah terjangkiti atau sedang terjangkit virus flu burung.
    * Amati dengan teliti kesehatan anda apabila telah melakukan kontak dengan unggas/burung. Segeralah cari perhatian medis apabila timbul gejala-gejala demam, infeksi mata, dan/atau kesulitan bernafas.

    Juga

    1. Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, cepat-cepat cuci tangan pakai sabun dan laporkan ke kepala desa.
    2. Cuci pakai sabun tangan dan juga peralatan masak Anda sebelum makan atau memasak. Masak ayam dan telur ayam sampai matang.
    3. Pisahkan unggas dari manusia. Dan juga pisahkan unggas baru dari unggas lama selama dua minggu.
    4. Periksakan ke puskesmas jika mengalami gejala flu dan demam setelah berdekatan dengan unggas.

    Pekerjaan apa saja yang berisiko terserang infeksi flu burung?

    1. Peternak ayam/burung/unggas lainnya.
    2. Pemotong ayam/burung/unggas lainnya.
    3. Penjual produk-produk ayam/burung/unggas (daging, telur, dst.)
    4. Pemelihara ayam/burung/unggas lainnya
    5. Petugas laboratorium yang meneliti/memeriksa penyakit flu burung
    6. Orang-orang yang tinggal di daerah dimana terdapat kematian unggas/burung secara tiba-tiba yang mencirikan infeksi flu burung
    7. Orang-orang yang telah melakukan kontak dekat, secara langsung dan tanpa perlindungan dengan kasus manusia yang telah terkonfirmasi tertular flu burung



    Apakah aman untuk memakan daging ayam dan produk unggas/burung lainnya?
    Iya, aman untuk memakan produk-produk unggas apabila telah dimasak secara matang (goreng, rebus atau panggang). Jangan memakan daging unggas/bird yang masih berwarna merah muda atau telur setengah matang.

    BalasHapus
  28. David Andiwijaya XA

    Lanjutan

    FLU BABI
    JENIS VIRUS:
    H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Terbanyak H1N1.

    GEJALA PADA BABI
    * Peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernafas, mata merah, tak mau makan.

    GEJALA PADA MANUSIA
    * Demam, lesu, kurang semangat, batuk, hidung meler, radang tenggorokan, mual, muntah, diare.
    * Tahap lanjut, terjadi sesak nafas. Kematian terjadi akibat kegagalan pernafasan.

    PENULARAN
    Manusia terinfeksi virus H1N1 dari babi melalui kontak langsung atau via benda-benda yang terkontaminasi. Flu babi menular dari manusia ke manusia, lalu bercampur dengan virus flu manusia lewat udara (bersin, batuk).

    Peternakan babiPENCEGAHAN
    * Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk/bersin. Buang tisue ke tempat sampah.
    * Cuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Bisa juga gunakan tisu alkohol.
    * Hindari kontak dengan penderita flu.
    * Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah.
    * Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.
    * Jangan memakan daging babi yang telah terinfeksi flu H1N1. Masaklah daging babi pada suhu minimal 70 derajat Celcius agar semua virus dan bakteri mati.

    VAKSINASI
    Sama dengan flu burung (H5N1). Gunakan antivirus oseltamivir (Tamiflu), zanamivir, mantadine, dan rimantadine. Vaksin tersebut hanya efektif jika diberikan pada tahap dini saat infeksi sel paru-paru belum terlalu parah

    BalasHapus
  29. XF

    Nama Kelompok :
    Cindy Kartikasari
    Josephine Clara
    Karen Loh
    Matius
    Richard
    Stiphen Wijaya

    Flu Burung

    Flu burung (bahasa inggris : avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.

    Sumber penularan
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

    Cara penularannya
    Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1.
    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi.
    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus.
    Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya.

    Gejala dan perawatan
    Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
    Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.


    Flu Babi

    Flu babi ( Inggris : Swine influenza) adalah kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.
    Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3.

    BalasHapus
  30. Nama:
    1. Juliana Franscisca
    2. Monika Teresia
    3. Olivia
    4. Santy
    5. Sarah
    6. Yuliana

    Kelas : XB

    1. Flu Burung(H5N1)
    Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari
    Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
    Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
    Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
    Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter

    2. Flu Babi(H1N1)
    Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi.
    Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
    Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3
    Gejala influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

    BalasHapus
  31. Nama kelompok ; 1. Edy susanto
    2. Rudi kurniawan
    3. Felix Yoshua
    4. Stefano


    Flu Burung (H5N1)
    Flu Burung(Bahasa Inggris; Avian Influenza) adalah Penyakit yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mammalian.Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas. Memiliki Subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin(H), dan Neuramidase (N).Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi,anjing,harimau dan manusia. Cara penularan flu burung,antara lain ; dapat melalui udara dan kontak melalui makanan,minuman,dan sentuhan.Namun virus ini dapat mati dalam suhu tinggi. Virus ini dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang diinginkan dapat terjangkit virus ini. Untuk mencegah penularan, dapat dilakukan dengan cara; membakar hidup-hidup unggas yang terjangkit virus tersebut, jauhkan diri anda dari unggas yang sedang sakit dan lapor kepada pihak berwenang jika anda menemukan unggas yang sakit.

    Flu Babi (H1N1)
    Flu Babi (bahasa Inggris; Swine Influenza) adalah kasus-kasus Influenza yang disebabkan adanya virus Orthomyxoviridae yang endemic pada populasi babi. Galur virus Flu Babi telah digolongkan sebagai influenzavirus C. Flu Babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada oraang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam,disorientasi,kekakuan pada sendi,muntah-muntah,dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Subtipe Flu Babi antara lain; H1N1,H1N2,H3N1,H3N2,H2N3.

    BalasHapus
  32. Bu, ini anggota kelompok kami yang lebih lengkap dr kelas XF:
    Fillyta
    Januruliana
    Katherin Yang
    Novi Juwita
    Rena Juliana
    Shelvy
    Shelvin
    Susan
    Yulia Dewi

    BalasHapus
  33. Nama : Jessica
    Kelas: XA

    Flu Burung
    Flu Burung adalah virus influenza tipe A (termasuk famili Orthomyxoviridae) yang menyebar antar unggas. Virus ini dapat menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
    Flu burung memiliki subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi 3-5 hari. Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebab H5N1. Virus ini dapat menular melalui udara; kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan; dan dapat menular juga dari unggas ke unggas; dan dari unggas ke manusia, melalui air liur, lendir dari hidung, dan feses. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekret burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.
    Virus ini dapat hidup pada suhu dingin, dan akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu, daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang, serta kita harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk menghindari penularan virus flu burung.
    Gejala - gejala apabila terjangkit virus flu burung:
    Pada unggas: jengger berwarna biru, borok
    di kaki, dan kematian mendadak.
    Pada manusia: demam (suhu badan diatas 38 derajat celcius), batuk dan nyeri tenggorokan, radang saluran pernapasan atas, pneumonia, infeksi mata, dan nyeri otot.

    Flu Babi
    Flu babi (Swine Influenza) disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada babi. Virus flu babi digolongkan sebagai influenzavirus C atau subtipe genus influenzavirus A. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, yang memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
    Gejala virus ini adalah demam, disorientasi, kekakuan sendi, muntah - muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.
    Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2,dan H2N3.

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Nama Kelompok:
    1. Chandy Opelia
    2. Davin Wijaya
    3. Marshella Synthia
    4. Stevany
    5. Zena Davina

    Kelas : XE


    VIRUS FLU BURUNG ( H5N1 )

    Flu burung atau avian influenza adalah penyakit yang menular dan disebabkan oleh virus influenza yang disebarkan oleh unggas dan dapat dtularkan ke manusia.

    GEJALA TERTULAR VIRUS FLU BURUNG

    Gejala tertular virus flu burung secara umum ini adalah menderita ISPA dan demam panas ( temp 38°C ), batuk, ber-ingus, nyeri otot, sakit kepala, lemas.
    Gejala tertular virus burung lebih lanjut adalah peradangan di paru-paru (pneumonia) dan bahkan dapat meninggal.

    SIFAT VIRUS FLU BURUNG

    Sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C dan mati pada saat dipanaskan pada 60°C selama 30 menit.

    PENCEGAHAN

    1. Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang)
    2. Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik ( ditanam / dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
    3. Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan
    4. Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
    5. Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit.
    6. Melaksanakan kebersihan lingkungan.
    7. Melakukan kebersihan diri.

    PENYEBAB

    Penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase). Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas.


    VIRUS FLU BABI ( H1N1 )

    Flu babi adalah adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae.

    GEJALA VIRUS FLU BABI

    Gejala flu babi adalah demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

    ASAL MULA

    Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918.

    PENCEGAHAN

    1. Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin
    2.Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.
    3. Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun
    4. Jika Anda sakit flu, Anda sebaiknya tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.
    5. Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu

    Gambar Virus H5N1

    Gambar Virus H1N1

    BalasHapus
  37. Nama :
    1. Robert M.
    2. Alfredo PD.
    3. Nico Agusto D.
    4. Ferry G.

    Kelas : X A


    FLU BURUNG

    Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan flu burung atau “avian influenza”. Virus ini beredar diantara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam.
    Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti ayam.
    Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007.
    Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi.
    Ya. Tamiflu yang mengandung oseltamivir adalah suatu cara pengobatan antiviral, yang terbukti dapat menekan kemampuan virus untuk menyebar dari sel yang terinfeksi ke sel yang sehat. Sampai dengan 7 Oktober 2005, Indonesia telah mendapatkan 60.000 tablet

    BalasHapus
  38. lanjutan nico X A

    Saat ini antiviral tersebut hanya bisa didapatkan di 44 rumah sakit penerima Tamiflu. Di Bali bisa didapatkan di Rumah Sakit Sanglah.
    Petunjuk pengelolaan flu burung saat ini menyarankan bahwa oseltamivir dianjurkan bagi orang dengan:
    • Demam tinggi (>38°C)
    • Batuk
    • Kesulitan bernafas
    • Memiliki latar belakang kemungkinan terkena
    yang mungkin akan membuat orang tersebut beresiko menjadi terinfeksi oleh flu burung, antara lain:
    • Selama 7 hari sebelum terkena, telah mengalami salah satu atau lebih dari keadaan berikut ini:
    o Kontak (dalam jarak 1 meter atau kurang) dengan dengan ternak unggas atau burung liar baik hidup atau mati
    o Berada pada tempat dimana ternak unggas pernah atau sedang dikandangkan selama 6 minggu sebelumnya
    o Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang yang didiagnosa menderita influenza A (H5N1)
    o Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang yang menderita penyakit pernafasan akut yang tidak dapat dijelaskan yang kemudian berakhir pada kematian
    • (atau) Selama 7 hari sebelum terkena, pernah bekerja dalam suatu laboratorium dimana ada pengolahan contoh dari orang atau binatang yang dicurigai menderita penyakit flu burung.
    (Patokan di atas hanya berlaku di negara-negara atau daerah-daerah dimana flu burung telah dikenali sebagai penyebab penyakit pada manusia atau populasi hewan). Sejauh ini, tamiflu hanya diberikan pada orang yang mengalami gejala terinfeksi flu burung. Tamiflu belum disarankan sebagai pencegah penyakit sebelum terinfeksi dan tidak ada penelitian yang memperlihatkan bahwa tamiflu memberikan kekebalan terhadap virus H5N1.
    Ya. Vaksin yang ada saat ini belum melindungi diri anda dari penyakit yang disebabkan oleh H5N1. Vaksin yang ada saat ini melindungi anda dari influenza musiman tipe A dan B. Vaksin untuk H5N1 sedang dalam tahap pengembangan di beberapa negara.
    Tujuan dari vaksinasi adalah untuk mengurangi kesempatan terjadinya infeksi yang bersamaan antara influenza manusia dan flu burung. Infeksi ganda yang bersamaan tersebut akan memberikan kesempatan pada virus manusia dan virus dari flu burung untuk pertukaran gen atau mutasi, yang kemungkinan akan menghasilkan jenis influenza baru yang mana akan mudah menyebar sebagaimana influenza manusia namun akan mematikan sebagaimana flu burung.

    BalasHapus
  39. lanjutan nico X A

    FLU BABI

    Flu babi adalah adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae.

    GEJALA VIRUS FLU BABI

    Gejala flu babi adalah demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

    ASAL MULA

    Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918.

    PENCEGAHAN

    1. Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin
    2.Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.
    3. Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun
    4. Jika Anda sakit flu, Anda sebaiknya tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.
    5. Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu

    BalasHapus
  40. Nama Kelompok:
    1. Chyntia Debby
    2. Heny Valencia
    3. Jennifer
    4. Maya Linda
    5. Winda

    Kelas : XD

    Flu Burung
    Flu burung atau avian influenza adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang termasuk kedalam keluarga Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N). Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Strain yang sangat virulen atau ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. V irus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 derajat celcius dan lebih dari 30 hari pada suhu 0derajat celcius.V irus akan mati pada pemanasan 80 derajat celcius selama 1 menit, 60 derajat celcius selama 30 menit atau 56 derajat celcius selama 3 jam dan dengan deterjen, desinfektan misalnya formalin serta cairan yang mengandung iodin.Gejala pada manusia adalah demam (suhu melebihi 38 derajat celcius), batuk dan nyeri tenggorokan, radang saluran pernafasan atas, pneumonia, infeksi mata dan nyeri oto.

    Flu babi
    Flu babi adalah penyakit flu yang disebabkan olehvirus influenza tipe A yang termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik. Gejala virus ini termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah dan kehilangan nafsu makan yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, H2N3. Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan dengan air yang bersih dan menggunakan sabun, jika ingin batuk ataupun bersin tutuplah dengan tisyu atau sapu tangan, jika kita sakit flu istirahat dan kurangi bekerja dan segera periksalah ke dokter, dan hindari kontak pada orang yang sedang sakit flu.

    BalasHapus
  41. Nama:Liliana
    Kelas:XA

    Virus Influenza


    Adalah virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae (virus influenza), yang mempengaruhi burung dan mamalia.. Nama influenza berasal dari Italia influenza, yang berarti "pengaruh" (Latin: influentia).. Gejala yang paling umum dari penyakit yang menggigil, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, parah sakit kepala, batuk, kelemahan dan ketidaknyamanan umum. .Biasanya, influenza ditularkan melalui udara dengan batuk atau bersin, menciptakan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, sekret hidung, tinja dan. Infeksi juga dapat terjadi melalui kontak dengan ini cairan tubuh atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.. Airborne aerosol telah diduga menyebabkan sebagian besar infeksi, meskipun yang berarti penularan yang paling penting bukanlah benar-benar jelas. Virus influenza dapat dinonaktifkan oleh sinar matahari, desinfektan dan deterjen. Seperti virus dapat tidak aktif oleh sabun, sering mencuci tangan mengurangi risiko infeksi.
    Dalam klasifikasi virus virus influenza adalah virus RNA yang membentuk tiga dari lima genera dari keluarga Orthomyxoviridae: [11]
    • Influenzavirus A
    • Influenzavirus B
    • Influenzavirus C
    Influenzavirus A
    Genus ini memiliki satu spesies, influenza A virus. Burung air liar merupakan tuan rumah alami untuk banyak jenis influenza A. Kadang-kadang, virus ditularkan ke spesies lain dan dapat mengakibatkan bencana wabah unggas domestik atau menimbulkan influenza manusia pandemik. [14] Jenis A virus adalah yang paling virulen patogen manusia di antara ketiga jenis influenza dan menyebabkan penyakit yang paling parah.Virus influenza dapat dibagi lagi menjadi berbeda serotipe berdasarkan antibodi terhadap virus ini

    Influenzavirus B
    Genus ini memiliki satu spesies, influenza B virus. Influenza B hampir secara eksklusif menginfeksi manusia [15] dan sangat sedikit dibandingkan influenza A. Satu-satunya binatang diketahui rentan terhadap infeksi influenza B adalah segel [17] dan musang. [18] jenis influenza ini mengalami mutasi pada tingkat 2-3 kali lebih rendah dari tipe A [19] dan akibatnya kurang genetically beragam, dengan hanya satu influenza B serotipe. [15] Sebagai akibat dari tidak adanya antigen keanekaragaman, tingkat kekebalan untuk influenza B biasanya diperoleh pada usia dini.. [ 21 ] Namun, influenza bermutasi B cukup bahwa kekebalan langgeng tidak mungkin. [20] Hal ini mengurangi laju perubahan antigenik, dikombinasikan dengan rentang inang yang terbatas (jenis lintas penghambat antigenik shift), memastikan bahwa pandemik influenza B tidak terjadi. [21]
    Influenzavirus C
    Genus ini memiliki satu spesies, influenza C virus, yang menginfeksi manusia, anjing dan babi, kadang-kadang menyebabkan penyakit yang parah baik dan epidemi lokal. [22] [23] Namun, influenza C kurang umum daripada jenis lain dan biasanya hanya menyebabkan penyakit ringan pada anak-anak. [24] [25]

    Flu Babi
    Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai In Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi. fluenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A H1N1 H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.

    BalasHapus