Jumat, 22 Oktober 2010

Fungi......Kelas X X Ray Jambi


















Setelah kalian mempelajari jamur..coba jelaskan perbedaan dari kedua ganbar di atas..tulis pada koment..berkelompok..tulis nama dan kelas

13 komentar:

  1. jadi,dari hasil pengamatan kami terhadap gambar ibu maka gambar yang pertama adalah zygomycota dan gambar yg kedua adalah ascomycota.Perbedaan keduanya adalah di bedakan berdasarkan beberapa kategori:
    1.Organisme atau media yang menjadi tempat tumbuh.
    Zygomycota kebanyakan menyerang roti,buah,atau bahan bahan sisa organisme.
    sedangkan ascomycota menyerang tanaman dan lebih banyak memberikan manfaat kepada manusia.
    2.dari segi struktur tubuh.
    Zygomycota memiliki tubuh yang terdiri atas hifa yang tak bersekat bagian yang tertentu dari hifa akan berdiferensiasi menjadi zygosporongium sedangkan pada ascomycota memiliki hifa yang bersekat dan kebanyakan tidak membentuk badan buah dan hifa yang berdiferensiasi akan membentuk konidium sporongium
    3.dari segi habitat
    Zygomycota adalah jamur terestrial yang hidup saprofit,parasit atau membentuk simbiosis mutualisme dengan ganggang hijau biru atau ganggang hijau membentuk Lychenes
    sedangkan pada ascomycota sebagian besar hidup di wilayah perairan sedangkan yang di darat ada yang bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan membentuk mycoriza.
    4.dari segi reproduksi
    Zygomycota mengalami dua jalur reproduksi secara aseksual dengan melakukan fragmentasi miselium ataupun menggunakan spora yang di hasilkan Zygosporangium (spora vegetatif),reproduksi seksual dengan perkawinan dua hifa yang oogami.Tahap tahapannya hanya berbeda pada satu tahap yaitu membentuk anteridium dan oogonium.

    Ascomycota memiliki 2 jalur reproduksi namun berbeda di tahapan di mana terjadi pembentukan hipa semu atau pseudohifa.Reproduksi seksual berbeda dalam dua hal dengan Zygomycota yaitu dengan terjadinya pembentukan anteridium dan oogonium selain itu,spora generatif di hasilkan oleh konidiasporangium.
    5.dari segi peranan
    dari segi peranannya zygomycota berguna bagi manusia dalam pembuatan tempe dan tape dan pengurai saproba yang merugikan bagi manusia sedangkan simbiosis antara jamur ini dengan akar tumbuhan dapat meningkatkan penyerapan air dan mineral.

    Ascomycota berperan dalam pembuatan makanan tapi,ascomycota memiliki kerugian yang sangat banyak untuk manusia karena dapat menyebabkan penyakit ergotisma (kejang otot dan kelumpuhan) dan dapat merusak pertanian apel.

    Nama anggota kelompok:
    1.Andrean Adinata
    2.Iwayan S.M.
    3.Joshua Saputra
    4.Metta Sari Oentari
    5.Claudia Murrin

    BalasHapus
  2. nama kelompok :
    1.Christi Giovani
    2.Gishella Mardhalena
    3.Jonathan Jose
    4.Mariska Veresia
    5.Yohanes William
    Kelas : X B

    Menurut pengamatan kami, gambar pertama adalah jenis fungi zigomycota sedangkan gambar kedua adalah jenis fungi ascomycota.

    Zygomycota,
    adalah tumbuhan jamur yang terdiri dari benang-benang hifa yang bersekat, tetapi ada pula yang tidak bersekat.
    Jamur ini bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut zigospora. Jamur dalam subdivisi ini dahulunya dimasukkan bersama-sama Mastigomycota ke dalam kelas Phycomicetes, berdasarkan ciri khas berupa hifa yang tak bersekat-sekat (aseptat), tetapi ternyata kedua subdivisi ini menunjukkan banyak ciri yang berlainan, seperti tempat hidup dan jumlah flagel pada zoospore sehingga perlu ditempatkan secara terpisah.
    Ciri-ciri
    Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia. Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak inti. Seperti halnya jamur lain, zygomycota memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin,mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa.Jamur dalam kelas ini disebut sebagai jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota.

    Ascomycota,
    adalah filum/divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual.
    Reproduksi Aseksual
    Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.
    Reproduksi Seksual
    Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium. Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami. Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid. Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  4. Nama Kelompok :
    Ienita
    Jestin
    Vivi Diana
    Vivian Nooren Wijaya
    Winda

    Kelas : XC

    Dari pengamatan gambar diatas, dapat kami simpulkan bahwa gambar diatas adalah zygomycota dan bawahnya adalah ascomycota.
    Berikut adalah perbedaannya:

    1. ZYGOMYCOTINA/ZYGOMYCOTA
    a. Hifa tidak bersekat dan bersifat koenositik (mempunyai beberapa inti).
    b. Dinding sel tersusun dari kitin.
    c. Reproduksi aseksual dan seksual.
    d. Hifa berfungsi untuk menyerap makanan, yang disebut rhizoid.
    Contoh: Rhizopus stoloniferus
    Reproduksi Zygomycotina
    a. Aseksual
    1) Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora.
    2) Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru.
    3) Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.
    4) Tubuh jamur terdiri dari rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya, dan stolon.
    5) Sporangium menghasilkan spora baru.

    b. Seksual
    1) Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa– dan hifa+ bersentuhan.
    2) Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid.
    3) Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid.
    4) Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
    5) Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa.

    2. ASCOMYCOTINA/ASCOMYCOTA

    a. Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
    b. Bersel satu atau bersel banyak.
    c. Beberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
    d. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
    e. Dinding sel dari zat kitin.
    f. Reproduksi seksual dan aseksual.

    Contoh:
    a. Sacharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti.
    b. Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    c. Penicillium notatum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    d. Neurospora sitophilla, untuk pembuatan oncom.


    Reproduksi Ascomycotina
    Reproduksi dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generatif
    (seksual).
    a. Aseksual
    1) Bersel Satu (Uniselluler)
    Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae.
    2) Bersel Banyak (Multiseluler)
    Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.

    b. Seksual
    1) Bersel satu
    Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n). Zigot membesar menjadi askus.

    2) Bersel banyak
    a) Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).
    b) Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang
    menghubungkan antara askogonium dan antheridium.
    c) Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua).
    d) Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan buah.
    e) Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus.
    f) Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid

    BalasHapus
  5. Kelompok:
    • Stephen Fernando
    • Xaverier Adriatama
    • Ricardo Febryanto
    • Junne
    • Marvin
    • Gunawan

    Kelas :XC

    Menurut pengamatan yang dilakukan oleh kelompok kami, gambar pertama adalah jenis fungi zygomycota dan yang kedua adalah jenis fungi ascomychota.

    Perbedaannya anatara lain:
    • Zygomychota
    Jenis fungi ini kebanyakan hidup di darat,organisme lain atau bahkan dalam tanah. Dinding nya tersusun dari kitin yang akan tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa.Jamur. hifa jamur ini kebanyakan tidak bersekat tapi sebenarnya ada yang bersekat juga. Hifa hifa ini dapat berdiferensiasi menjadi zygisporongium
    Fungi jenis ini dapat berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual. Perkembangan seksual menggunakan gamet dan perkembangan aseksual menggunakan spora.

    Seksual:
    Hifa  sentuhan gametangium  inti gametangium(haploid)  zigospora(diploid) sporangium(lalu meiosis)  spora (haploid)  hifa balik ke pertama lagi.

    Sedangkan aseksualnya menggunakan fragmentasi miselium (menggunakan spora vegetatif dari zygosporangium).

    Kebanyakan fungi ini menyerang bahan” yang merupakan sisa dari organisme.
    Fungi ini bersama dengan cyanobacteria membentuk Lychenes.
    Fungi ini adalah fungi dengan kelas tertinggi diantara fungi lainnya.
    • Ascomychota
    Kebanyakan fungi ini hidup di perairan. Dinding fungi ini tersusun dari kitin. Berbeda dengan zygomychota,hifa jamur ini bersekat . Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
    Fungi ini dapat berkembangbiak secara seksual atau aseksual.

    Seksual:
    Hifa membentuk antheridium dan oogonium yang dihubungkan oleh trikogen. Lalu intinya saling berpasangan dan kemudian membentuk hifa berinti 2( disebut dikarion ). Lalu membentuk miselium yang membentuk badan buah. Lalu kuncup dari dikarion membentuk askus . Di dalam askus terjadi kariogami dan menghasilkan inti diploid. Di dalam askus terdapat 8 buah spora. yang disebut sporaaskus. Sporaaskus dapat tersebar oleh beberapa factor seperti manusia atau angin. Lalu spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru. Lalu akan mengulang lagi ke peristiwa atas.

    Aseksual:
    Terbentuk dari kuncup yang terbentuk dari sel induk lalu lepas. Kadang kuncup ada yang lengket sehingga membentuk pseudohifa(hifa semu)

    Ascomychota bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan membentuk mycoriza.
    Ascomycota menyebabkan penyakit ergotisma (kejang otot dan kelumpuhan) dan dapat merusak pertanian apel sehingga merupakan fungi ya ng merugikan.

    BalasHapus
  6. Nama Anggota:
    Celin Tamara (03)
    Morita Gustin (26)

    XC

    ZYGOMYCOTA
    1.Ciri-ciri Zygomycotina
    a. Hifa tidak bersekat
    b. Dinding sel tersusun dari kitin
    c. Reproduksi aseksual dan seksual
    d. Hifa berfungsi untuk menyerap makanan
    e. Hidup sebagai saprofit
    f. Miselium bercabang banyak
    g. Tidak memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding.
    h. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk sporangium yang berisi spora. Spora yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru
    i. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan gametangium yang sama bentuknya (hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung banyak inti. Selanjutnya, gametangium mengadakan kopulasi.

    2.Reproduksi Zygomycotina
    a.Aseksual
    1)Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora.
    2)Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru.
    3)Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.
    4)Tubuh jamur terdiri dari rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya, dan stolon.
    5)Sporangium menghasilkan spora baru.

    b.Seksual
    1)Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa– dan hifa+ bersentuhan.
    2)Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid.
    3)Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid.
    4)Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
    5)Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa.

    ASCOMYCOTA/ASCOMYCOTINA
    1.Ciri-ciri Ascomycotina
    a.Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
    b.hifa khusus yang terdapat pada bagian ujung hifa penyokong yang disebut konidiofor.
    c.Bersel satu atau bersel banyak.
    d.Beberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
    e.Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
    f.Dinding sel dari zat kitin.
    g.Reproduksi seksual dan aseksual.
    h.cara perkembangbiakan seksualnya dengan membentuk askospora.
    i.Reproduksi aseksual terjadi dengan membentuk konidium. Konidium ini dapat berupa kumpulan spora tunggal atau berantai.
    j.Di antara Ascomycota ada yang bersel tunggal, bersel banyak membentuk miselium dan ada pula yang membentuk tubuh buah.

    2.Reproduksi Ascomycotina
    a.Aseksual
    1)Bersel Satu (Uniselluler)
    Dengan membentuk tunas, misalnya Sacharomyces cereviceae.
    2)Bersel Banyak (Multiseluler)
    Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.

    b.Seksual
    1)Bersel satu
    Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n). Zigot membesar menjadi askus.
    2) Bersel banyak
    a)Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).
    b)Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang
    menghubungkan antara askogonium dan antheridium.
    c)Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua).
    d)Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan buah.
    e)Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus.
    f)Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid

    BalasHapus
  7. Nama kelompok:
    Hendy Tandi
    Nico Ricardo
    Benny Cahyadi

    Gambar tsb adalah gambar zygomycota dgn ciri:

    Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk.
    [2] Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia.[3]Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak initi.
    [4] Seperti halnya jamur lain, zygomycota memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin,mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa.
    [5] Jamur dalam kelas ini disebut sebagai jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota.

    Zygomycetes dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual adalah dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium. Reproduksi seksualnya dengan konjugasi.

    Ascomycotina:
    Ascomycotina memiliki ciri-ciri, antara lain:
    a. Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.


    b. Bersel satu atau bersel banyak.


    c. Beberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.


    d. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.


    e. Dinding sel dari zat kitin.


    f. Reproduksi seksual dan aseksual.
    Contoh:
    a. Sacharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti.
    b. Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    c. Penicillium notatum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    d. Neurospora sitophilla, untuk pembuatan oncom.
    e. Neurospora crassa, untuk penelitian genetika, karena daur hidup seksualnya hanya sebentar.

    Repdroduksinya:
    Reproduksi dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generatif
    (seksual).

    a. Aseksual
    1) Bersel Satu (Uniselluler)
    Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae.
    2) Bersel Banyak (Multiseluler)
    Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.



    b. Seksual
    1) Bersel satu
    Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n). Zigot membesar menjadi askus.

    BalasHapus
  8. Nama kelompok :
    Meliza Oscar
    Christina Tjandrawira

    Kelas Xc

    dari hasil pengamatan kami terhadap gambar diatas maka gambar pertama adalah gambar fungi jenis zygomycota dan gambar yg kedua adalah fungi jenis ascomycota.
    Berikut adalh perbedaan diantara keduanya :


    Zygomycota,
    bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut zigospora.Jamur dalam subdivisi ini dahulunya dimasukkan bersama-sama Mastigomycota ke dalam kelas Phycomicetes, berdasarkan ciri khas berupa hifa yang tak bersekat-sekat (aseptat), tetapi kedua subdivisi ini menunjukkan banyak ciri yang berlainan, seperti tempat hidup dan jumlah flagel pada zoospore sehingga perlu ditempatkan secara terpisah.

    Ciri-ciri zygomycota :
    -sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk.
    -perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia.
    -mempunyai hifa senositik
    -memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin

    Anggota zygomycota :
    * Rhizopus oligosporus
    * Rhizopus oryzae
    * R. stolonifer
    * Mucor mucedo



    Ascomycota,
    dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual.

    Reproduksi Aseksual :
    dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.
    Reproduksi Seksual :
    Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan.Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

    Di dalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. Setiap haploid akan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8 buah spora.

    Beberapa Ascomycota penting :
    * khamir (ragi roti) Saccharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti dan minuman beralkohol.
    * Aspergillus flavus hidup pada biji-bijian konsumsi, dapat membahayakan hati dan karsinogenik.
    * Tuber magnatum atau Truffle putih digunakan dalam kuliner.
    * ragi anggur Saccharomyces ellipsoideus, untuk pembuatan minuman anggur.
    * ragi tuak Saccharomyces tuac, untuk pembuatan tuak dari nira.
    * kapang oncom Neurospora sitophila, untuk pembuatan oncom
    * Neurospora crassa, kapang yang dipakai sebagai organisme model dalam biologi.
    * Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinae, yang tubuh buahnya dapat dimakan.
    * Venturia inaequalis penyebab penyakit yang merusak buah apel.
    * Clavisceps purpurea penyebab penyakit ergot pada tanaman gandum. Gandum yang terkena spesies ini akan menimbulkan ergotisme pada hewan atau manusia yang memakannya.
    * Phaeoacremonium parasitica menginfeksi kayu beberapa jenis gaharu sehingga terbentuk resin yang berbau harum

    BalasHapus
  9. anggota kelompok:
    1.stevanus kristo 10B 32
    2.steven saputra 10B 33
    3.david hanka 10B
    4.jordan alvin 10B
    5.algeri 10B 1

    dari gambar yang Ibu berikan,kami menyimpulkan bahwa gambar tersebut termasuk gambar aschomycota dan zygomycota.dan perbedaan antara aschomycota dan zygomycota antara lain:
    Zygomycota:
    -tubuhnya terdiri dari hifa yang tidak bersekat.
    -sedangkan reproduksinya ada 2 cara yaitu secara aseksual dan seksual.secara aseksualnya dengan membentuk spora aseksual.sedangkan secara seksual dilakukan dengan menghasilkan zigotspora.
    Aschomycota:
    Ascomycotina memiliki ciri-ciri, antara lain:
    a. Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
    b. Bersel satu atau bersel banyak.
    c. Beberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
    d. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
    e. Dinding sel dari zat kitin.
    f. Reproduksi seksual dan aseksual.
    Contoh:
    a. Sacharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti.
    b. Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    c. Penicillium notatum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    d. Neurospora sitophilla, untuk pembuatan oncom.
    e. Neurospora crassa, untuk penelitian genetika, karena daur hidup seksualnya hanya sebentar.
    2. Reproduksi Ascomycotina
    Reproduksi dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generatif
    (seksual).
    a. Aseksual
    1) Bersel Satu (Uniselluler)
    Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae.
    2) Bersel Banyak (Multiseluler)
    Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.
    b. Seksual
    1) Bersel satu
    Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n). Zigot membesar menjadi askus.
    2) Bersel banyak
    a) Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).
    b) Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang menghubungkan antara askogonium dan antheridium.
    c) Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua).
    d) Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan buah.
    e) Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus.
    f) Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid

    BalasHapus
  10. anggota kelompok:
    1.stevanus kristo 10B 32
    2.steven saputra 10B 33
    3.david hanka 10B
    4.jordan alvin 10B
    5.algeri 10B 1

    dari gambar yang Ibu berikan,kami menyimpulkan bahwa gambar tersebut termasuk gambar aschomycota dan zygomycota.dan perbedaan antara aschomycota dan zygomycota antara lain:
    Zygomycota:
    -tubuhnya terdiri dari hifa yang tidak bersekat.
    -sedangkan reproduksinya ada 2 cara yaitu secara aseksual dan seksual.secara aseksualnya dengan membentuk spora aseksual.sedangkan secara seksual dilakukan dengan menghasilkan zigotspora.
    Aschomycota:
    Ascomycotina memiliki ciri-ciri, antara lain:
    a. Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
    b. Bersel satu atau bersel banyak.
    c. Beberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
    d. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
    e. Dinding sel dari zat kitin.
    f. Reproduksi seksual dan aseksual.
    Contoh:
    a. Sacharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti.
    b. Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    c. Penicillium notatum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    d. Neurospora sitophilla, untuk pembuatan oncom.
    e. Neurospora crassa, untuk penelitian genetika, karena daur hidup seksualnya hanya sebentar.
    2. Reproduksi Ascomycotina
    Reproduksi dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generatif
    (seksual).
    a. Aseksual
    1) Bersel Satu (Uniselluler)
    Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae.
    2) Bersel Banyak (Multiseluler)
    Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.
    b. Seksual
    1) Bersel satu
    Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n). Zigot membesar menjadi askus.
    2) Bersel banyak
    a) Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).
    b) Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang menghubungkan antara askogonium dan antheridium.
    c) Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua).
    d) Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan buah.
    e) Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus.
    f) Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid

    BalasHapus
  11. Nama:Dwi Octavia Tan Jaya(09)
    Ega Feliks Sudana(10)
    Kelselyn(17)
    Winsen Halim(36)

    Gambar yg ibu berikan ialah gambar fungi ascomycota dan fungi zygomycota.

    Berikut ialah perbedaan dari kedua gambar diatas:
    1.Zygomycota
    Zygomycota adalah tumbuhan jamur yang terdiri dari benang-benang hifa yang bersekat, tetapi ada pula yang tidak bersekat.

    Jamur ini bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut zigospora. Jamur dalam subdivisi ini dahulunya dimasukkan bersama-sama Mastigomycota ke dalam kelas Phycomicetes, berdasarkan ciri khas berupa hifa yang tak bersekat-sekat (aseptat), tetapi ternyata kedua subdivisi ini menunjukkan banyak ciri yang berlainan, seperti tempat hidup dan jumlah flagel pada zoospore sehingga perlu ditempatkan secara terpisah.

    Ciri-Ciri:
    Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia. Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak initi. Seperti halnya jamur lain, zygomycota memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin,mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa. Jamur dalam kelas ini disebut sebagai jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota.

    2.Ascomycota
    Ascomycota adalah filum/divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual.

    Reproduksi aseksual:
    Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.

    Reproduksi seksual:
    Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium. Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami. Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid. Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

    Ascomycota berperan dalam pembuatan makanan tapi,ascomycota memiliki kerugian yang sangat banyak untuk manusia karena dapat menyebabkan penyakit ergotisma (kejang otot dan kelumpuhan).

    Demikianlah pendapat saya tentang perbedaan kedua gambar tersebut.

    BalasHapus
  12. Nama: Dwi Octavia Tan Jaya(09)
    Ega Feliks Sudana(10)
    Kelselyn(17)
    Winsen Halim(36)
    Kelas:XD

    Gambar yg ibu berikan ialah gambar fungi ascomycota dan fungi zygomycota.

    Berikut ialah perbedaan dari kedua gambar diatas:
    1.Zygomycota
    Zygomycota adalah tumbuhan jamur yang terdiri dari benang-benang hifa yang bersekat, tetapi ada pula yang tidak bersekat.

    Jamur ini bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut zigospora. Jamur dalam subdivisi ini dahulunya dimasukkan bersama-sama Mastigomycota ke dalam kelas Phycomicetes, berdasarkan ciri khas berupa hifa yang tak bersekat-sekat (aseptat), tetapi ternyata kedua subdivisi ini menunjukkan banyak ciri yang berlainan, seperti tempat hidup dan jumlah flagel pada zoospore sehingga perlu ditempatkan secara terpisah.

    Ciri-Ciri:
    Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia. Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak initi. Seperti halnya jamur lain, zygomycota memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin,mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa. Jamur dalam kelas ini disebut sebagai jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota.

    2.Ascomycota
    Ascomycota adalah filum/divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual.

    Reproduksi aseksual:
    Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.

    Reproduksi seksual:
    Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium. Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami. Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid. Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

    Ascomycota berperan dalam pembuatan makanan tapi,ascomycota memiliki kerugian yang sangat banyak untuk manusia karena dapat menyebabkan penyakit ergotisma (kejang otot dan kelumpuhan).

    Demikianlah pendapat saya tentang perbedaan kedua gambar tersebut.

    BalasHapus
  13. Anggota:
    - Clara Odelia C (6)
    - Vivi Anggraini (34)
    - Cindy (3)
    kelas : XD

    Menurut hasil pengamatan yang kami lakukan, gambar pertama adalah jenis fungi zigomycota sedangkan gambar kedua adalah jenis fungi ascomycota.

    1. Zygomycota,
    adalah tumbuhan jamur yang terdiri dari benang-benang hifa yang bersekat, tetapi ada pula yang tidak bersekat.
    Jamur ini bersifat senositik dan dapat membentuk struktur dorman bersifat sementara yang disebut zigospora. Jamur dalam subdivisi ini dahulunya dimasukkan bersama-sama Mastigomycota ke dalam kelas Phycomicetes, berdasarkan ciri khas berupa hifa yang tak bersekat-sekat (aseptat), tetapi ternyata kedua subdivisi ini menunjukkan banyak ciri yang berlainan, seperti tempat hidup dan jumlah flagel pada zoospore sehingga perlu ditempatkan secara terpisah.
    Ciri-ciri
    Jamur-jamur dalam kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan seksual dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia. Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak inti. Seperti halnya jamur lain, zygomycota memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin,mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa.Jamur dalam kelas ini disebut sebagai jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota.

    2. Ascomycota,
    adalah filum/divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycota dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual.
    Reproduksi Aseksual
    Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.
    Reproduksi Seksual
    Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium. Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami. Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid. Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.

    BalasHapus