Minggu, 01 November 2009

Protista

PROTISTA, CIRI :
EUKARIOTIK
UNISEL
VEGETATIF GENERATIF
KOLONI TAK BERKOLONI
ADA YG BERKLOROFIL ADA YANG TIDAK
PROTISTA TERDIRI DARI
RHIZOPODA
FLAGELLATA
CILIATA
SPOROZOA
CHLOROPHYTA
PHAEOPHYTA
CRYSOPHYTA
EUGLENOPHYTA
DINOFLAGELLATA
PIROPHYTA
MYXOMYCOTA
OOMYCOTA
TUGAS BUAT KELAS XI IPA XAVERIUS I JAMBI, BERI PENJELASAN SALAH SATU DARI PROTISTA TULIS D KOMENTAR BLOG BERKELOMPOK

17 komentar:

  1. bu ini fransisca kelas XD.
    semua nya tentang protista ya?

    BalasHapus
  2. Nama Kelompok:fransisca & laurance & angelia.
    Kelas:XD.
    Sekolah:SMA Xaverius 1.
    Tugas:Protista

    Protista adalah sekelompok mahluk hidup heterogen, terdiri dari eukariota yang tidak termasuk hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.[1]. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik.

    Protozoa, protista yang menyerupai hewan

    Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:

    * Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Euglena
    * Amoeboida yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
    * Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
    * Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Toxoplasma


    Algae, protista yang menyerupai tumbuhan

    Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.

    * Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta). Contoh: Ulva
    * Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
    * Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.

    Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.

    Protista yang menyerupai jamur

    Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).

    BalasHapus
  3. Kelas XC
    Anggota kelompok:
    1.Albert Irawan
    2.Cecilia Tjia
    3.Indah Friska
    4.Jonly Gunawan
    5.Sofian
    6.Suma Pratiwi

    Ciliata (Ciliophora)

    Sebuah kelompok yang terdiri atas protista yang beraneka ragam yang umum disebut siliata dicirikan oleh penggunaan silia untuk bergerak dan mencari makan. Sebagian besar siliata, atau siliofora, hidup sebagai sel soliter dalam air tawar. Beda jauh dengan sebagian besar flagela, silia relatif lebih pendek. Silia berasosiasi dengan suatu sistem submembran mikrotubul yang dapat mengkoordinasikan pergerakan ribuan silia.

    Pengelompokan sitoskeleton dan komponen lainnya dalam korteks sel (lapisan luar sitoplasma) juga memberikan informasi yang mengatur silia dalam pola yang spesifik selama sel itu tumbuh. Ketika peneliti melakukan bedah mikro untuk mengeluarkan sepotong korteks dan kemudian menyisipkan kembali potongan itu dengan polaritas relatif pada ujung sel secara terbalik, hal itu mmenyebabkan terbaliknya pula pola silia ynag berkembang pada lokasi tersebut, bahkan setelah pembelahan sel beberapa generasi. Dalam mekanisme perkembangan ini, yang disebut sitotaksis, organisasi sitoplasmiklah, dan bukannya gen (paling tidak bukan secara langsung) yang memberikan informasi yang diwariskan.

    Beberapa siliata seluruhnya ditutupi oleh barisan silia, sementara yang lainnya memiliki silia yang berkelompok membentuk lebih sedikit barisan/membentuk berkas. Susunan silia yang spesifik mengadaptasikan siliata menurut gaya hidup yang sangat beraneka ragam. Beberapa spesies, misalnya, bergerak dengan menggunakan struktur yang menyerupai kaki yang dibentuk dari pengikatan banyak silia. Organisme lain, seperti Stentor, memiliki barisan silia ynag rapat yang secara bersama-sama berfungsi sebagai lokomotor membranel. Siliata merupakan sel yang paling kompleks di antara sel lainnya.

    Suatu ciri yang unik pada genetika siliata adalah adanya dua jenis nukleus, yaitu satu makronukleus yang besar dan beberapa mikronukleus yang sangat kecil. Makronukleus memiliki 50 atau lebih salinan genom. Gen ini tidak tersebar dalam kromosom tipikal akan tetapi terbungkus dalam kumpulan unit kecil dengan jumlah yang lebih besar, masing-masing dengan ratusan salinan dari hanya segelintir gen. Makronukleus mengatur fungsi sehari-hari sel dengan cara mensintesis RNA. Makronukleus juga penting untuk reproduksi aseksual. Siliata umumnya bereproduksi melalui pembelahan biner. Makronukleus memanjang dan kemudian membelah (memisah) selama pembelahan biner, dan tidak melakukan pembelahan mitosis. Beberapa spesies Paramecium memiliki 1 sampai 80 bentuk mikronukleus, yang tidak berfungsi dalam pertumbuhan, pemeliharaan, dan reproduksi aseksual sel, tetapi diperlukan untuk proses seksual yang menghasilkan keragaman genetik. Pertukaran gen secara seksual terjadi selama proses yang dikenal dengan nama konjugasi.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Kelas XC
    Anggota Kelompok :
    1. Adi chandra
    2. Ari Yanto
    3. Frenky
    4. Handoko
    5. Kevin Depindra Putra

    Flagellata (Mastigophora)
    (latin, Flafel = cambuk)/ (Yunani, mastig = cambuk, phora = gerakan).

    Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera
    dan alat bantu untuk menangkap makanan.
    Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

    Fitoflagellata
    Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata

    Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania

    Flagellata atau Mastigophora dalam taksonomi kuno merupakan salah satu kelas dalam filum protozoa atau protista yang mirip hewan, namun dalam taksonomi modern menjadi superkelas yang dibagi menjadi dua kelas: Phytomastigophorea dan Zoomastigophorea. Alat gerak Flagellata adalah flagellum atau cambuk getar, yang juga merupakan ciri khasnya, sehingga namanya disebut Flagellata (flagellum = cambuk). Flagellata juga memiliki alat pernapasan yang disebut stigma. Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel.
    Letak Flagelum pada bagian depa(anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik sel, ada pada bagian belakang(posterior) yang seperti mendorong sel.
    Reproduksi Flagellata secara aseksual dengan pembelahan biner membujur, misalnya Trypanosoma.

    Flagelatta yang hidup bersimbiosis : Trichonympha campanula(hidup di usus rayap dan kecoa kayu).
    Beberapa jenis Flagellata bersifat parasit dan merugikan, contohnya genus Trypanosoma dan genus Trichomonas, Trypanossoma brucei, Trypanosoma evansi(penyakit surra pada hewan ternak), Trichomonas vaginalis(penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria), Leishmania(penyebab penyakit kala-azar). Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodesiense merupakan parasit pada darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur yang mematikan. Di Afrika, penularan dilakukan melalui lalat Tse-tse (Glosina palpalis).
    Trypanosoma dan Leishmania dibawa oleh lalat , seperti lalat tse-tse, Glossina moritans(lalat menularkan penyakit tidur)

    BalasHapus
  6. KELAS XB
    NAMA : ARON FAGAN
    CHYNTIA CAROLINE
    JULIUS ROMARIO
    MICHELLE LOUISE H
    SUNNY TAHIR
    VANIA KARTIKA SARI


    PHAEOPHYTA

    Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.
    Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung klofil serta xantofil.
    Set vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.
    Sel-sel ganggang hijau mempunyai khloroplas yang berwarna hijau, dan mengandung khlorofil a dan b serta karetinoid. Pada chloroplas terdapat perenoid. Hasil asimilasi berupa tepung dan lemak, terdiri dari sel-sel yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang, hidupnya ada yang diair tawar, air laut dan juga pada tanah yang lembab atau yang basah
    Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista, tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik
    Habitat
    Alga/ganggang coklat ini umumnya tinggal di laut yang agak dingin dan sedang, terdampar dipantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar). Bila di laut yang iklimnya sedang dan dingin, talusnya dapat mencapai ukuran besar dan sangat berbeda bentuknya. Ada yang hidup sebagai epifit pada talus lain. Tapi ada juga yang hidup sebagai endofit.
    Pigmen
    Pigmen yang terdapat pada ganggang coklat (Chrysophyta) adalah klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. (Fukoxantin) yang terdiri dari violaxantin, flavoxantin, a dan neofukoxontin b, xantofil memberikan kesan warna coklat pada chrysophyta.
    Berdasarkan tipe pergantian keturunan, phaeophyto di bagi dalam 3 golongan, yaitu:
    a) Golongan Isogeneratae
    Golongan isogeneratae yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturuan isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara morfologi tetapi sitologinya berbeda.
    Contoh: Ectocarpus
    b) Golongan Heterogenerate
    Golongan heterogenerate yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturunan yang heteromorf. Sporofit dan gametofitnya berbeda secara morfologi maupun sitologinya.
    Contoh: Laminaria
    c) Golongan Cyelosporae
    Golongan cyelosporae yaitu golongan tumbuhan yang tidak memiliki pergiliran keturunan.
    Contoh: Fucus
    Alga coklat (Phaeophyta) hanya mempunyai satu kelas saja yaitu klas phaeophyceae. Thallus dari jenis golongan phaeophyceae bersel banyak (multiseluler), umumnya mikroskopik dan mempunyai bentuk tertentu. Sel mengandung promakropora yang berwarna coklat kekuning-kuningan karena adanya kandungan fukoxontin yang melimpah. Cadangan makanan berupa laminarin yang beta glukan yang mengandung manitol. Dinding sel sebagian besar tersusun oleh tiga macam polimer yaitu selulosa asam alginat, fukan dan fuoidin.

    BalasHapus
  7. Nama kelompok:
    Debbie Sunovia
    Desy
    Nadya Agatha Josse
    Rebacca Hennita
    Kelas:XC

    Sporozoa(Apicomplexa)
    Sporoza berasal dari kata yunani spore yg berarti biji dan zoa yagn berarti hewan.
    Sporozoa adalah kelompok protista uniseluler yang dalam siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya.
    Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang.
    Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina.
    Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:
    a. Schizogonia
    Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang
    b. Sporogoni
    Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.
    c. Gamogoni
    Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.

    Contoh Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan penyakit toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
    Contoh-contoh Sporozoa yang menyebabkan malaria antara lain:
    1. Plasmodium vivax
    penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam.
    2. Plasmodium malariae
    penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.
    3. Plasmodium falcifarum
    penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.
    4. Plasmadium ovale
    disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax.
    Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat tetap hidup, meskipun tidak aktif di dalam sel hati penderita malaria di kemudian hari penyakit malaria dapat kambuh lagi.

    BalasHapus
  8. Nama:
    Sarah
    Juliana
    Wini

    Kelas:XB

    Dinoflagellata
    Pyrrophyta atau lebih dikenal sebagai Dinophyceae atau Dinoflagellata merupakan protista yang hidup di laut atau air tawar, dikelompokkan sebagai protista autotrof oleh adanya klorofil a dan c , tetapi tidak mempunyai klorofil b pigmen xantophil yang khas yaitu peridinin, neoperidinin, dinoxanthin dan neodinoxanthin) dan pigmen karoten yang memberikan warna coklat atau warna coklat emas. Cadangan makanan berbentuk tepung atau minyak.
    Pyrrophyta bersifat fotoautotrof atau heterotrof, sebagai saprofit, parasit, hidup bersimbiose atau holozoik sehingga dinamakan pula sebagai Dinoflagellata karena mempunyai sepasang flagella yang tidak sama panjang.
    Karakteristik dari organisme ini dari eukariotik lainnya adalah tetap memadatnya kromosom pada semua stadia sehingga dikenal dengan sifat mesokariotik.
    STRUKTUR SEL
    Pembagian Pyrrophyta dalam 2 golongan berdasarkan pada ada tidaknyanya penutup sel (ampiesma) yaitu yang telanjang (unarmored) dan mempunyai penutup sel (theca). Pada theca terdapat pelat-pelat seperti baja dengan komponen utama sellulosa. Jumlah dan letak pelat digunakan sebagai dasar dalam pemberian nama Peridinium.
    Mempunyai bintik mata (stigma), berupa kumpulan butir lipid yang mengandung pigmen karetinoid.
    Tubuh dinoflagellata primitif pada umumnya berbentuk ovoid tapi asimetri, mempunyai dua flagella, satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut sulcus dan memanjang ke bagian posterior. Sedangkan flagella yang lain ke arah transversal dan ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) yang melingkari tubuh atau bentuk spiral pada beberapa belokan. Lekukan tranversal disebut girdle, merupakan cincin yang simpel dan jika berbentuk spiral disebut annulus. Flagellum transversal menyebabkan pergerakan rotasi dan pergerakan kedepan, sedangkan flagellum longitudinal mengendalikan air ke arah posterior.
    Sel Dinoflagellata terbagai secara transversal oleh cingulum menjadi epiteka dan hipoteka. Pada Peridinium, epiteka tersusun atas 2 seri: apical dan precingular. Pada beberpara genus terdapat seri pelat yang tidak sempurna pada permukaan dorsal dengan 1-3 pelat interkalar anterior (a). Hipoteka tersusun atas 2 seri transversal: cingular dan antapikal juga sering terdapat seri yang tidak sempurna yaitu interkalar posterior.
    FENOMENA DAN PROBLEM
    Dinoflagellata dalam jumlah yang kecil sebagai penyusun komunitas plankton laut, tetapi lebih melimpah di perairan tawar. Fenonema menarik yang dihasilkan oleh Pyrrophyta adalah kemampuan bioluminescence (emisi cahaya oleh organisme), seperti yang dihasilkan oleh Noctiluca, Gonyaulax, Pyrrocystis, Pyrodinium dan Peridinium sehingga menyebabkan laut tampak bercahaya pada malam hari.
    Fenomena lainnya adalah pasang merah (red tide) yaitu blooming Pyrrophyta dengan 1- 20 juta sel per liter. Red tide dapat menyebabkan:
    1. Kematian ikan dan invertebrata, jika yang blooming adalah Ptychodiscus brevis, Prorocentrum dan Gymnodinium breve
    2. Kematian invertebrata jika yang blooming adalah Gonyaulax, Ceratium dan Cochlodinium
    3. Kematian organisme laut, yang lebih dikenal sebagai paralytic shellfish poisoning, jika yang blooming adalah Gonyaulax.

    BalasHapus
  9. Nama:
    Sarah
    Juliana
    Wini

    Lanjutan:
    Species yang hidup di air laut dari genus Gymnodinium dan Gonyaulax menyebabkan pasang merah (“red tide”) terutama di daerah pantai New England, Florida, California dan Eropa yang menyebabkan paralitic shellfish poisoning (PSP). Di bawah kondisi lingkungan yang ideal dan didukung adanya substansi pertumbuhan menyebabkan populasi species tertentu bertambah jumlahnya. Riegel (1949) menggambarkan bahwa red tide di Monterey Bay, California kepadatan Gonyaulax mencapai 20 sampai 40 juta organisme per cm3. Namun demikian red tide tidak selalu merah, ada kemungkinan berwarna kuning atau coklat. Konsentrasi substansi metabolic toxic tertentu (saxitoxin) dengan level yang tinggi menyebabkan kehidupan organisme di laut akan terbunuh. Pada tahun 1972 red tide yang terjadi di pantai New England dan Florida, jutaan burung, ikan dan hewan lainnya telah terbunuh dan mendatangkan malapetaka bagi industri kerang-kerangan karena larangan memakan remis besar (clam and cysters).
    Gymnodinium merupakan contoh Dinoflagellata yang tubuhnya tidak tersusun oleh pelat-pelat. Banyak dijumpai hidup di air tawar dan air laut, merupakan dinoflagellata yang cingulumnya terletak di tengah-tengah dan melingkari sel dengan sempurna dan berakhir pada permukaan ventral.
    Ceratium hidup di air laut ataupun air tawar, mempunyai tiga prosesus dinding sehingga berbentuk seperti terompet, yang satu pada akhir tubuh, sedang yang dua ditempat tubuh lain yang tidak digunakan untuk berlabuh. Histiophysis mempunyai bentuk seperti kendi dan Ornithocercus mempunyai bentuk seperti layar atau sayap.

    BalasHapus
  10. Kelas XB
    Nama anggota :
    Jesica
    Lia Sparingga
    Novrica Puteri
    Valentine Setya Darma

    Alga merah
    Alga merah atau Rhodophyta adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil.
    Alga ini pada umumnya banyak sel (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran.
    Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku agar-agar). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan serat lunak yang baik bagi kesehpatan usus.
    Habitat
    Sebagian besar alga merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal.
    Perkembangbiakan
    Alga merah berkembangbiak secara vegetatif dan generatif.
    • Perkembangbiakan vegetatif ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
    • Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.
    Manfaat
    Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. Alga merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup.

    BalasHapus
  11. Anggota kelompok:
    -Shirley.H.
    -Colleen
    -Dani
    -Ira
    -Shyntia Caroline

    Kelas XC

    Euglenoid (Euglenophyta)

    Euglenoid (Yunani,eu = sejati; glena = mata) memiliki bintik mata berbentuk piringan yang berisi fotoreseptor yang di tutupi oleh lapisan pigmen merah (fikobilin).Adanya lapisan pigmen merah yang menutupi fotoreseptor menyebabkan Euglenoid dapat mendeteksi dan bergerak menuju cahaya. Bila fotoreseptor tidak ditutupi oleh pigmen merah,Euglenoid akan bergerak bebas.Euglenoid merupakan organisme uniseluler yagn tidak memiliki dinding sel.Namun, sel Euglenoid dibungkus oleh suatu protein yang disebut pelikel. Pelikel bersifat lentur sehingga memungkinkan perubahan bentuk sel. Walaupun demikian, umumnya Euglenoid berbentuk seperti botol. Sekitar 1.000 spesies Euglenoid yang telah diidentifikasi merupakan organisme fotosintetik. Namun ada juga Euglenoid yang bersifat heterotrof (tidak dapat mensintesis makanannya). Euglenoid yang berfotosintesis memiliki kloroplas yang mengandung klorofil a dan b, serta karoten. Hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk cadangan makanan paramilon ( sejenis zat pati). Umumnya Euglenoid memiliki 2 flagelum. Satu flagelum panjang dan satu flagelum pendek. Flagelum panjang berfungsi untuk pergerakan. Euglenoid hidup di perairan tawar misalnya di kolam atau danau. Reproduksi dilakukan secara aseksual dengan cara pembelahan biner. Contoh Euglenoid adalah Euglena.

    Rhodopytha(Alga merah)

    Rhodophyta adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil.
    Alga ini pada umumnya banyak sel (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran.
    Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku agar-agar). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan serat lunak yang baik bagi kesehpatan usus.
    Habitat
    Sebagian besar alga merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal.
    Perkembangbiakan
    Alga merah berkembangbiak secara vegetatif dan generatif.
    • Perkembangbiakan vegetatif ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
    • Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.
    Manfaat
    Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra.

    BalasHapus
  12. Kelas XB
    Nama Anggota:
    Monika Teresia
    Olivia
    Santy
    Yuliana

    Myxomycota

    Anggota divisi ini umumnya disebut sebagai jamur lendir. Meskipun saat ini diklasifikasikan sebagai Protozoa, di dalam Kerajaan Protista, lendir jamur yang pernah dianggap jamur (= kerajaan Mycetae) karena mereka menghasilkan spora yang ditanggung dalam sporangia, sebuah karakteristik umum untuk beberapa taksa jamur. Namun, tahap asimilatif lendir jamur adalah morfologi mirip dengan amuba. Tahap asimilatif ini telah ditetapkan sebagai myxamoeba. Myxamoeba, seperti kasus amuba, adalah uninucleate, sel yang haploid tidak tertutup di dinding sel yang kaku, dan ingests makanannya dengan cara fagositosis. Selama mode ini menelan, partikel makanan, biasanya bakteri, dikelilingi oleh pseudopodia dari myxamoeba. Setelah makanan telah ditelan dalam hal ini, karena dikelilingi oleh suatu membran atau vakuola makanan disekresikan enzim hidrolitik yang akan mencerna makanan. Dalam jamur, tahapan yang asimilatif miselium dan ragi, keduanya yang dikelilingi oleh dinding sel yang kaku dan mendapatkan makanan mereka dengan cara penyerapan. Ini adalah beberapa alasan mengapa tidak lagi mengenali mycologists jamur lendir sebagai jamur. Namun, organisme dalam kelompok ini terus dipelajari dalam ilmu jamur sebagai masalah tradisi dan bukan karena mereka dianggap terkait dengan jamur. Dalam Myxomycota, kelas Myxomycetes, sering disebut sebagai jamur lendir acellular, akan menjadi satu-satunya kelas yang kita akan mempertimbangkan.

    Kelas: Myxomycetes

    Ada sekitar 500 jenis Myxomycetes. Mereka ditemukan di tanah lembab, kayu yang membusuk, dan kotoran. Salah satu karakteristik yang lebih menarik tentang kelompok organisme ini adalah bahwa sementara spesies dari organisme lain akan berbeda-beda lokasi geografis yang berbeda, yakni Anda tidak menemukan sama spesies tanaman dan hewan di daratan yang Anda temukan di Hawaii, ini umumnya tidak berlaku di Myxomycetes. Sebagian besar spesies dapat ditemukan di seluruh dunia.

    Siklus hidup Myxomycetes

    Pendahuluan

    Physarum polycephalum dan Didymium iridis akan digunakan untuk mewakili Myxomycete siklus hidup dan bila mungkin, Kedua spesies ini dipilih karena banyak researach telah dilakukan dengan spesies ini dan siklus hidup mereka sangat terkenal. Namun, karena spesies lain mungkin agak berbeda dalam siklus hidup mereka, beberapa variasi ini juga akan dijelaskan.

    Spora Perbenihan, Myxamoebae dan Swarm Sel

    Spora Myxomycetes biasanya bundar, uninucelate dan haploid. Di permukaan spora dapat berkisar dari hampir halus untuk retikular. Spora P. polycephalum dan D. iridis yang berduri. Di dinding spora terdiri terutama dari selulosa dan hanya salah satu dari dua tahap di mana dinding sel terbentuk. Tahap yang lain membentuk dinding sel adalah microcyst, yang dibahas di bawah ini. Setelah perkecambahan, maka spora akan retak terbuka dan merilis sebuah single uninucelate myxamoeba. The myxamoeba bergerak oleh amoeboid gerak dan menelan makanan, oleh fagositosis, sebagaimana ia melakukannya. Sebagai myxamoebae feed dan tumbuh, mereka akan mereproduksi, secara aseksual, dengan mitosis dan sitokinesis.

    Tahap myxamoeba dapat terus berproliferasi untuk jangka waktu tak terbatas jika ada tersedia gizi dan lingkungan tetap menguntungkan. Dalam kebanyakan spesies, tahap myxamoeba mungkin juga bervariasi sesuai dengan lingkungan. Ketika air bebas tersedia myxamoeba dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel kawanan flagellated. Meskipun dua flagela yang hadir, Satu yang panjang, diarahkan flagela anterior terlihat. Yang kedua, sangat pendek flagela biasanya tidak terlihat. Selama periode kondisi yang tidak menyenangkan, yang protoplasta dari sel myxamoeba atau kawanan bisa mengumpulkan dan membentuk tipis, selulosa protecetive lapisan di sekitar itu sendiri, yang disebut microcyst, yang akan melindunginya dari lingkungan.

    BalasHapus
  13. Kelas XB
    Nama Anggota:
    Monika Teresia
    Olivia
    Santy
    Yuliana

    Myxomycota

    Lanjutan:

    Zigot dan Plasmodium Formasi

    Setelah periode waktu, ketika jumlah kritis kawanan myxamoebae sel terbentuk, reproduksi seksual akan terjadi dan tahap vegetatif ini kemudian akan berfungsi sebagai gamet. Dalam P. polycephalum, itu adalah sel kawanan yang biasanya bertindak sebagai gamet. Gamet yang semuanya berasal dari Common myxamoeba Namun, biasanya steril diri. Agar syngamy terjadi, gamet yang berasal dari populasi yang berbeda myxamoebae, dan perkawinan yang berbeda strain, diperlukan sebelum syngamy dapat terjadi. Dengan konvensi, perkawinan yang berbeda strain ditetapkan sebagai a1, a2, a3, dll dan agar syngamy terjadi, harus myxamoebae perkawinan berbeda strain, misalnya, a1 X a2, a1 X a3, dll Setelah kawin kompatibel strain telah datang ke dalam kontak dengan satu sama lain, syngamy akan terjadi untuk membentuk zigot. Zigot kemudian mengalami berbagai pembelahan mitosis untuk membentuk besar, multinucleate plasmodium. Kelas ini sering disebut sebagai jamur lendir acellular karena plasmodium tahap siklus hidup tidak terdiri dari banyak sel. Sebaliknya itu pada dasarnya adalah satu, multinucleate sel. Seperti pada tahap myxamoebae, yang plasmodium juga merupakan tahap asimilatif yang mengkonsumsi makanan dengan fagositosis. Namun, plasmodium adalah diploid adalah banyak struktur dan besarnya lebih besar. Penampilan plasmodium adalah variabel. Dalam P. polycephalum, itu adalah kuning cerah, struktur berlendir sementara di D. iridis, plasmodium adalah tidak berwarna. Ketika kondisi tidak menguntungkan berlaku, maka bentuk plasmodium pelindung, lapisan rapuh dan menjadi aktif. Tahap tidur ini disebut sebagai sclerotium, dan jika diamati di bawah mikroskop, dapat diamati terdiri dari sejumlah sel yang disebut multinucleate kecil macrocysts. Setelah kembali dari kondisi baik, masing-masing macrocyst dapat menimbulkan plasmodium baru

    Pembentukan sporangia

    Selama kondisi baik, plasmodium akan bermigrasi untuk periode waktu sebelum dikonversi ke berbagai sporangia. Dalam P. polycephalum, diyakini bahwa kelelahan makanan adalah salah satu rangsangan yang menginduksi pembentukan sporangia karena selama makanan yang cukup hadir dalam spesies ini, pada tahap plasmodium akan bertahan. Cahaya tampaknya rangsangan lain untuk berbuah dalam spesies ini.

    Bentuk dan warna sporangia bersifat variabel. Dalam D. iridis, biru muda, lebih atau kurang bundar sporangium dihasilkan pada Stipe kekuningan sedangkan di P. polycephalum yang sporangium adalah abu-abu gelap ke hampir hitam, lobed sporangium yang dihasilkan pada Stipe kekuningan. Yang rapuh, lapisan luar sporangium adalah peridium (jamak = peridia), yang dapat terus-menerus atau merosot pada saat sporangium siap untuk membubarkan para spora.
    Ketika pembentukan sporangium dimulai, plasmodium menjadi lebih padat dan membentuk sebuah lembaran tebal disebut hypothallus. Protoplasma dari plasmodium kemudian menjadi kusut ke diskrit nodul, yang mewakili Primordia sporangial. Nodul individu awalnya berelongasi dan sebagai meneruskan pembangunan bagian dasar, yang akan menjadi tangkai, sedangkan penurunan diameter bagian atas menjadi sporangium yang tepat dan akan mengembangkan jari-seperti proyeksi karakteristik dari P. polycephalum. Dalam D. iridis, para sporangium akan menjadi satu, bundar kantung.

    Setelah selesainya gerakan protoplasma ke tepat sporangium, tangkai kini menjadi lebih terbatas dan tidak memiliki protoplasma. Pembentukan Spora datang tentang dengan pembentukan dinding sel di nuklei diploid. Inti di setiap spora akan mengalami meiosis untuk menghasilkan empat 1N inti. Dari jumlah tersebut, tiga akan merosot. Dengan demikian, hanya satu hasil dari masing-masing myxamoebae spora. Juga di seluruh bagian dalam sporangium adalah cabang, benang-seperti capillitium. The capillitium muncul dari coalescene dari vakuola, yang berisi berbagai materi dari protplasm, terutama kalsium cabonate (CaCO3), dalam P. polycephalum dan spesies yang terkait.

    BalasHapus
  14. Nama kelompok:
    1.Prasetio Wilfandi
    2.Kevin Kurniawan
    3.Martin Oenang
    4.Kunarto Agnesia Kurniawan
    Kelas XC

    OOMYCOTA
    Oomycota adalah sebuah filum dari protista berserat yang mengandung lebih dari 500 spesies.sebagian besar organisme ini berada dalam kelompok yang umumnya dikenal sebagai jamur air atau jamur berbulu halus."oomycota" berarti "telur jamur",merujuk pada oogonia yang sangat besar yang merupakan rumah bagi gamet betina.meskipun nama dan penampilan mereka yang dangkal/datar, oomycetes bukan jamur.Walaupun beberapa spesies oomycota tidak berbahaya, beberapa spesies bersifat parasit dan negatif mempengaruhi tanaman dan organisme perairan. Anggota dari Sparolegnia adalah contoh parasit ini, yang tumbuh pada sisik ikan atau telur dan menyebabkan di tempat di mana terdapat populasi yang tinggi dari ikan, seperti peternakan atau pemisahan ikan tanah.Beberapa populasi oomycota telah mempengaruhi sejarah populasi manusia melalui infeksi tanaman tertentu.Sebagai contoh phytophtora infestans yang menyebar sangat cepat melalui daun dan tanaman kentang tubors dan.Menghancurkan hampir seluruh tanaman kentang di Irlandia yang mengarah ke kelaparan besar dari tahun 1846.spesies phytophtora yang menghancurkan tanaman tropis seperti eucaliptus dan nanas.parasit alami amerika,plasmopara viticola, diangkut ke Prancis tahun 1870 untuk tanaman anggur yang mereka gunakan untuk meningkatkan perusahaan anggur.Parasit itu membuat pekerjaan dari sisa tanman angur menjadi cepat, dan tidak berhenti sampai ditemukan campuran bordeaux.Pengguanaan bordeaux adalah zat kimia pertama untuk menghancurkan parasit tanaman.


    Sel jamur air berbeda dengan jamur sejati.Jamur air mempunyai dinding selulosa dan asam amino hydroxipoline.Jamur air bersifat heterotropic, baik saphrophytic atau parasit. Oomycota berkembang biak secara aseksual dengan membentuk spongarium atau zoosporangium. Di dalam spongaria ini, zoospora diproduksi.pertama zoospora utama kemudian zoospora sekunder yang berflagela di sisi.Mereka membiarkan zoospora flagela bergerak dengan cepat melalui air.Oomycota juga mungkin berkecambah secara langsung pada tanaman inang dengan car tabung kuman.Oomycota berkembang biak secara seksual dengan menginjeksi langsung inti laki-laki(Sperma) ke dalam oogonium.Cara ini sering disebut "gametangical sanggama".

    Oomycota bertugas mengurai sampah dari lingkungan mereka.yang cenderung menjadi lembab, daerah dingin seperti tanah basah dan air tawar. Parasit penyebab penyakit tanaman ada banyak dan telah menyebabkan malapetaka bagi pertanian.

    BalasHapus
  15. Nama Kelompok XB:
    Hadi Cahayadi
    Stevanus
    Vincent
    Multi

    Alga Hijau

    Ditinjau secara biologi, alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Di dilam alga terkandung bahan-bahan organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral, dan juga senyawa bioaktif. Sejauh ini pemanfaatan alga sebagai komoditiperdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Padahal komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain.

    Ganggang hijau / Chlorohyta adalah salah satu klas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang hijau ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak berupa benang, lembaran atau membentuk koloni spesies ganggang hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.

    Algae hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi algae. Algae hijau berbeda dengan devisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti tumbuhan tingkat tnggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karoten dan xantofit.

    Algae berperan sebagai produsen dalam ekosistem. berbagai jenis algae yang hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif merupakan penyusun fitoplankton. sebagaian besar fitoplankton adalah anggota algae hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga algae hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.


    Habitat

    Ganggang hijau merupakan golongan terbessar diantara ganggang dan sebagian besar hidup di air tawar, beberapa diantaranya hidup di air laut dan air payau. Pada umumnya melekat pada batuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut. Jenis yang hidup diair tawar, bersifat kosmopolit, terutama hidup di tempat yang cahayanya cukup seperti kolam, danau, genangan air, Alga hijau ditemukan pula pada lingkungan semi akuatik yaitu pada batu-batuan, tanah lembab dan kulit batang pohon yang lembab. Beberapa anggotanya hidup di air mengapung atau melayang, sebagian hidup sebagai plankton. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan.

    BalasHapus
  16. Kelas XC
    Anggota kelompok :
    1.Adi Chandra
    2.Ari Yanto
    3.Frenky
    4.Handoko
    5.Kevin Depindra Putra

    Protista adalah sekelompok mahluk hidup heterogen, terdiri dari eukariota yang tidak termasuk hewan, tumbuhan, atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni, bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang berbeda-beda.[1]. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik.

    Klasifikasi tradisional

    Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu protista yang menyerupai hewan (Protozoa), protista yang menyerupai tumbuhan (algae), dan protista yang menyerupai jamur (jamur lendir dan jamur air).
    Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.
    [sunting]Protozoa, protista yang menyerupai hewan
    Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting. Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:
    Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Trypanosoma, Trichomonas
    Amoeboida yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
    Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
    Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Toxoplasma
    [sunting]Algae, protista yang menyerupai tumbuhan
    Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.
    Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta). Contoh: Ulva
    Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
    Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.
    Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.

    Protista yang menyerupai jamur
    Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).

    BalasHapus
  17. Kelas XC
    Anggota kelompok :
    1.Adi Chandra
    2.Ari Yanto
    3.Frenky
    4.Handoko
    5.Kevin Depindra Putra

    Lanjutan:
    Flagellata atau Mastigophora dalam taksonomi kuno merupakan salah satu kelas dalam filum protozoa atau protista yang mirip hewan, namun dalam taksonomi modern menjadi superkelas yang dibagi menjadi dua kelas: Phytomastigophorea dan Zoomastigophorea. Alat gerak Flagellata adalah flagellum atau cambuk getar, yang juga merupakan ciri khasnya, sehingga namanya disebut Flagellata (flagellum = cambuk). Flagellata juga memiliki alat pernapasan yang disebut stigma. Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel.
    Beberapa jenis Flagellata bersifat parasit dan merugikan, contohnya genus Trypanosoma dan genus Trichomonas. Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodesiense merupakan parasit pada darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur yang mematikan. Di Afrika, penularan dilakukan melalui lalat Tse-tse (Glosina palpalis).
    Flagellata merupakan protista mirip hewan atau protozoa, Flagellata ini bergerak dengan bantuan satu atau lebih flagela. Bentuk flagela seperti cambuk. Letaknya berada pada ujung anterior tubuhnya. Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagela juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya.
    Dilihat dari bentuknya, Flagellata dikelompokkan menjadi dua, yaitu
    berbentuk seperti tumbuhan, dinamakan fitoflagelata yang mengandung
    klorofil dan bersifat fotosintetik, contohnya Euglena. Adapun yang berbentuk seperti hewan disebut zooflagelata, tidak mempunyai klorofil dan bersifat heterotrof, contoh zooflagelata: Trypanosoma.

    PERANAN FLAGELLATA
    Trichonympha dan Myxotricha

    Trichonympha dan Myxotricha hidup di dalam usus rayap yang membantu rayap untuk mencerna kayu karena dapat mengeluarkan enzim selulosa. Enzim
    ini membuat partikel kayu tersebut menjadi lebih lunak.

    Trypanosoma gambiense

    Trypanosoma gambiense penyebab penyakit tidur. Penyakit ini pernah menyerang orang Afrika bagian barat dengan gejala awal si penderita suka tidur dan dikenal dengan penyakit tidur. Trypanosoma gambiense hidup di dalam kelenjar ludah lalat Tsetse (Glossina palpalis). Pada saat menusuk kelenjar yang mengandung parasit tersebut masuk ke dalam darah manusia yang menyerang getah bening (kelenjar limfa) dan akibatnya kelenjar limfa si penderita membengkak/membesar dan terasa nyeri disertai demam tinggi

    Trichomonas vaginalis

    Trichomonas vaginalis menimbulkan satu tipe penyakit vaginitis, yaitu merupakan peradangan pada vagina yang ditandai dengan
    keluarnya cairan dan disertai rasa panas seperti terbakar dan rasa gatal.

    Giardia lamblia

    Giardia Lmblia merupakan satu-satunya Protozoa usus yang menimbulkan penyakit
    disentri/diare dan kejang-kejang di bagian perut. Protozoa ini ditemukan
    dalam duodenum/usus dua belas jari
    Leishmania donovani

    Leishmania donavani menimbulkan penyakit pada anjing dan dapat ditularkan pada manusia. Penyakit ini menyebabkan perbesaran limpa, hati,
    kelenjar limfa, anemia sehingga dapat menimbulkan kematian. Inang perantaranya sejenis lalat pasir (Phlebotomus).

    BalasHapus